-->

Masih Beresiko Tinggi, Warga Palembang Diminta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Wali Kota Palembang, Harnojoyo

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Karena masih ada risiko tinggi penularan Covid-19 di ibukota Provinsi Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, meminta masyarakat di "Kota Pempek" ini untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama proses normal baru.

"Masih tingginya risiko penularan Covid-19 hingga Palembang berstatus zona merah, tidak lepas dari banyaknya uji usap (swab) yang dilakukan secara mandiri maupun dari pelacakan kontak-kontak kasus," kata Harnojoyo, di Palembang, Sumsel, Kamis.

Ia mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, gugus tugas setempat dibantu personil TNI-Polri juga terus bergerak mendatangi titik-titik keramaian dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

Menurutnya, kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol memang tidak bisa ditumpukan hanya lewat berbagai program pemerintah termasuk PSBB, namun perlu adanya kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Penghentian tahapan PSBB yang kemudian dilanjutkan dengan disiplin protokol kesehatan pada normal baru ini dimaksudkan untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi setelah mengalami perlambatan beberapa bulan sejak mewabahnya pandemi.

Tidak dilanjutkannya tahapan PSBB dan digantikan dengan penerapan protokol kesehatan dikarenakan perekonomian Kota Palembang bergantung pada sektor jasa dan pariwisata yang membutuhkan mobilitas masyarakat.

Meski demikian, pihaknya tetap mengatur mobilisasi masyarakat dengan regulasi normal baru yang sebetulnya jika dijalani dengan benar tidak akan menjadi potensi kasus baru. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top