Libur Idul Adha, ASDP Perkirakan Pergerakan Penyeberangan Laut Naik 30 Persen

Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan long weekend (akhir pekan panjang). Diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik hingga 30 persen dibanding hari normal. 

Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung

JAKARTA, IPHEDIA.com - Pada libur Idul Adha 1441 H, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan pergerakan penyeberangan laut mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan kondisi normal pada masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, BUMN tersebut telah mengantisipasi agar perjalanan aman, nyaman, tertib dan selamat di seluruh lintasan yang dikelolanya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan long weekend (akhir pekan panjang). Diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik hingga 30 persen dibanding hari normal. Prediksinya, akan terjadi peningkatan signifikan pada kendaraan roda dua, kurang lebih 2.800 unit khususnya di empat pelabuhan utama," kata Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, dalam diskusi virtual di Jakarta, mengutip Antara, Rabu (29/7/2020).

Periode layanan angkutan Hari Raya Idul Adha 1441 H akan berlangsung mulai 29 Juli 2020 hingga 3 Agustus 2020. Puncak arus berangkat diperkirakan mulai terjadi pada Rabu (29/7/2020) dan Kamis (30/7/2020) dan puncak arus balik pada Minggu (2/8/2020) dan Senin (3/8/2020).

Untuk itu, Ira mengimbau para pengguna jasa melakukan perjalanan pada siang hari, sehingga dapat menghindari potensi antrean yang terjadi pada malam hari. Pengguna jasa juga diimbau melakukan lapor diri atau check in dua jam sebelum keberangkatan.

"Kami mengimbau kepada pengguna jasa mempersiapkan perjalanan dengan sebaik-baiknya termasuk dengan melakukan pembelian tiket melalui Ferizy via website www.ferizy.com, aplikasi di ponsel atau beli langsung di Alfamart,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak pengguna jasa memanfaatkan sebaik-baiknya kemudahan pembelian tiket ASDP, sehingga tidak perlu antre lagi di pelabuhan.

"Via online, tiket dapat dibeli H-60 hingga maksimal lima jam sebelum keberangkatan. Kami berharap pengguna jasa dapat menikmati perjalanan dengan kapal feri dengan mudah dan menyenangkan, serta berlebaran dengan keluarga dengan lancar dan berbahagia," ujarnya.

Ira menuturkan untuk kelancaran layanan penyeberangan pada periode libur Idul Adha ini kapasitas terpasang kapal juga memadai, khususnya di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

"Dengan asumsi kenaikan trafik 30 persen dibanding hari normal akibat pandemi Covid-19, dipastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, sekitar 44,75 persen,"  katanya.

Pada periode layanan Angkutan Hari Raya Idul Adha tahun ini, ASDP juga akan menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan yang berperan untuk memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket. Dengan demikian, penumpukan kendaraan di area toll gate pelabuhan dapat dihindari.

"Kami akan menempatkan personel di lapangan, yang bertugas menyaring pengguna jasa yang belum bertiket agar tidak langsung masuk ke area pelabuhan atau menyaring pengguna jasa yang datang tapi tidak sesuai jam keberangkatannya atau tidak sesuai data identitas yang tertera di e-ticket. Kita akan filter, sehingga tidak akan menimbulkan antrean di pelabuhan," tuturnya.

Kendati layanan angkutan Idul Adha terjadi di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19, ASDP memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat.

"Harapan kami agar pengguna jasa tetap produktif, bisa bepergian dengan aman, nyaman dan tetap sehat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kunci utamanya, kita semua baik operator, regulator dan pengguna jasa harus disiplin dan ikuti aturan, hal ini penting bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tuturnya

Ada tiga hal utama dalam protokol kesehatan yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau penyanitasi tangan, dan pastikan untuk jaga jarak fisik minimal 1,5 meter hingga dua meter. (ant/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top