-->

Kongres AS Dukung Sanksi Atas Hukum Keamanan yang Diberlakukan Beijing di Hong Kong

Polisi menggeledah sejumlah orang selama pawai pada peringatan penyerahan Hong Kong ke China dari Inggris di Hong Kong (Foto: Tyrone Siu / Reuters via Aljazeera)

WASHINGTON / BEIJING, IPHEDIA.com - Kongres AS telah menyetujui sebuah RUU yang menghukum bank-bank yang melakukan bisnis dengan para pejabat China di balik undang-undang keamanan baru yang diberlakukan Beijing di Hong Kong minggu ini.

RUU tersebut disahkan oleh Senat dengan persetujuan bulat, sehari setelah Dewan Perwakilan Rakyat juga meloloskannya tanpa oposisi, sebuah langka dari dukungan bipartisan yang mencerminkan keprihatinan di Washington atas erosi otonomi di bekas jajahan Inggris itu.

"Ini adalah momen yang mendesak. Waktu kami tidak dapat lebih kritis," kata Senator Demokrat Chris Van Hollen, sponsor utama Undang-Undang Otonomi Hong Kong, dalam pidato Senat yang mendesak dukungan untuk undang-undang tersebut, seperti melansir Aljazeera, Jumat (3/7/2020).

"Melalui RUU ini, Senat AS menjelaskan di pihak mana kita berada," kata Senator Republik Pat Toomey, yang juga memperkenalkan langkah tersebut.

RUU itu akan menjatuhkan sanksi pada entitas yang membantu melanggar otonomi Hong Kong dan lembaga keuangan yang melakukan bisnis dengan mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, yang berbicara di Beijing, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menandatangani atau menerapkan rancangan undang-undang yang disetujui hari Kamis. "Kalau tidak, China akan dengan tegas menolak," katanya.

China telah mengumumkan pembatasan visa terhadap "individu-individu yang berperilaku buruk" terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan Hong Kong.

Amerika Serikat juga telah mengakhiri status khusus Hong Kong di bawah hukum AS, menghentikan ekspor pertahanan dan membatasi akses wilayah itu ke produk-produk teknologi tinggi.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan melarang pejabat yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak di Hong Kong memasuki negara tersebut. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top