-->

Iran Tetap Kembangkan Industri Minyak Meski Ada Sanksi AS

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh (Foto: Al Arabiyah)

DUBAI, IPHEDIA.com - Iran bertekad untuk mengembangkan industri minyaknya terlepas dari sanksi AS yang diberlakukan terhadap negara itu, kata Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu.

"Kami tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun. Kami harus meningkatkan kapasitas kami sehingga bila perlu dengan kekuatan penuh kami dapat memasuki pasar dan menghidupkan kembali pangsa pasar kami," kata Zanganeh, seperti melansir Reuters.

Menteri itu berbicara sebelum penandatanganan kontrak senilai $ 294 juta antara Perusahaan Minyak Nasional Iran dan Persia Oil & Gas, sebuah perusahaan Iran untuk mengembangkan ladang minyak Yaran yang dibagi dengan ladang Majnoon Irak yang berdekatan.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk menghasilkan 39,5 juta barel minyak dari ladang minyak Yaran di provinsi Khuzestan di Iran barat daya, kata kantor berita Kementerian Minyak Iran, SHANA.

Terpuruk atas penerapan kembali sanksi AS sejak Washington keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 pada tahun 2018, ekspor minyak Iran diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 barel per hari, turun lebih dari 2,5 juta barel per hari yang dikirimkan Iran pada April 2018.

Sementara itu, produksi minyak mentah Republik Islam telah berkurang setengahnya menjadi sekitar 2 juta barel per hari. (rts/ip)
 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top