Gubernur Babel Tandatangani Kerja Sama dengan Motor Listrik Gesits

PT Wika Industri Manufaktur siap mendukung kebijakan Pemprov Babel mengimplementasikan program renewable energy atau green island yang berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Bangka Belitung.


PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov Babel dengan PT WIKA Industri Manufaktur tentang pemanfaatan dan pengembangan kendaraan listrik di daerah ini.

Penandatangan dilakukan oleh Gubernur Erzaldi Rosman bersama Direktur PT Wika Industri Manufaktur, Muhammad Samyarto, di Ruang Gubernur Kepulauan Babel, Rabu (29/7/2020).

“Sinergi Pemprov Babel dengan gesits adalah momentum yang baik guna mendorong dan mengimplementasikan ketahanan energi nasional," kata Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi optimis sosialisasi motor listrik gesits di Babel merupakan momentum yang baik untuk memperkenalkan karya inovasi anak bangsa.

Sementara, PT Wika Industri Manufaktur siap mendukung kebijakan Pemprov Babel mengimplementasikan program renewable energy atau green island yang berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Bangka Belitung.
 

Motor gesits ini juga mendorong kebijakan energi yang lebih biru dan lingkungan yang lebih bersih. Hal ini sejalan dengan program Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang mengedepankan inovasi dan memperhatikan kualitas lingkungan hidup.

Pada kesempatan yang sama, MoU juga dilakukan antara BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh Direktur BUMD, Prof Saparuddin, dan PT WIKA.

Gesits, motor listrik inovasi dan kolaborasi pemikiran dari anak terbaik bangsa dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len, PT Wika Industri Energi, dan PT PLN setelah melalui rangkaian proses riset, tahapan uji coba, dan produksi yang konstruktif.

Mengombinasikan keamanan, performa, dan efisiensi, motor ramah lingkungan ini memiliki biaya operasional hingga 70% persen lebih efisien dari motor konvensional. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top