Duta Besar AS Rela Cukur Kumis Agar Tetap Pakai Masker di Musim Panas

Duta Besar AS, Harry Harris, saat berkumis dan setelah kumisnya dicukur (Foto: Yonhap)

SEOUL, IPHEDIA.com - Duta Besar AS untuk Korea Selatan Harry Harris telah menemukan cara untuk tetap lebih dingin di Seoul yang panas dan lembab sambil tetap mengenakan masker di tengah pandemi virus corona.

Harris sekarang adalah seorang pria bebas kumis setelah mencukur bersih kumis khasnya di sebuah pangkas rambut tua di pusat Seoul, sebuah video yang diposting di halaman Twitter-nya menunjukkan.

Dalam klip video, melansir Yonhap, Senin (27/7/2020), duta besar mengatakan dia pikir dia harus melakukan sesuatu untuk menjadi lebih dingin selama musim panas yang lembab dan panas di negara tuan rumah sementara pada saat yang sama mematuhi pedoman virus corona dengan mengenakan masker.

Dipandu oleh salah satu penasihatnya, ia mengunjungi tempat pangkas rambut klasik, di mana ia secara singkat berkonsultasi dengan tukang cukur tentang menghilangkan kumisnya sebelum berbaring dengan nyaman di kursi salon.

Klip video kemudian menunjukkan Harris sebelum dan sesudah bercukur. Harris berseru bahwa itu adalah wajah yang belum pernah dilihatnya selama bertahun-tahun sambil memandang ke cermin.

Kumisnya telah menjadi sumber perhatian. Para kritikus mengatakan kumisnya itu mengingatkan orang Korea Selatan yang dipakai oleh para jenderal gubernur Jepang ketika Korea koloni Jepang dari tahun 1910-1945. Harris lahir dari seorang ibu Jepang.

Harris, pensiunan laksamana Angkatan Laut yang menjabat sebagai utusan AS pada tahun 2018, mengatakan kepada media setempat bahwa ia memutuskan untuk menumbuhkan kumis sebagai tanda memulai karir baru sebagai diplomat dan ia akan mempertahankannya kecuali seseorang meyakinkannya bahwa itu adalah merusak hubungan bilateral antara Washington dan Seoul. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top