-->

Di Bawah Bayang-bayang Hukum Keamanan, Oposisi Hong Kong Mulai Pemilihan Umum

Aktivis Pro-Demokrasi, Joshua Wong (Tengah) (Foto: IPHEDIA.com via Yahoo News)

HONG KONG, IPHEDIA.com - Kamp oposisi Hong Kong mendirikan tempat pemungutan suara di seluruh kota yang dikuasai China pada Sabtu (11/7/2020) untuk pemilihan primer yang bertujuan memilih kandidat demokrasi yang memiliki peluang keberhasilan terbaik dalam pemilihan Dewan Legislatif pada bulan September.

Pemilihan pendahuluan datang kurang dari dua minggu setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di pusat keuangan Asia itu.

Undang-undang tersebut apa yang Tiongkok gambarkan secara luas sebagai pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing, dengan hukuman seumur hidup di penjara dan memungkinkan agen keamanan daratan beroperasi secara resmi di Hong Kong untuk pertama kalinya.

Menjelang pemilihan pendahuluan, polisi menggeledah kantor jajak pendapat independen Robert Chung, Lembaga Penelitian Opini Publik Hong Kong (HKPORI) yang membantu mengatur pemilihan, meningkatkan kekhawatiran di antara para aktivis yang ikut campur dalam jajak pendapat.

"Pemilihan utama adalah pertama kalinya kami memberi tahu Beijing bahwa warga Hong Kong tidak pernah tunduk kepada China," kata aktivis pro-demokrasi, Joshua Wong, menjelang pembukaan tempat pemungutan suara.

"Kami mendesak dunia untuk menempatkan Hong Kong di bawah sorotan global," tambahnya, seperti melansir Reuters.

Sementara pemilihan pendahuluan hanya untuk kamp oposisi, pengamat mengawasi dengan seksama karena mereka mengatakan partisipasi pemilih dalam pemilihan akan berfungsi sebagai tes lakmus dari oposisi yang lebih luas terhadap hukum keamanan nasional.

Pemilu berupaya untuk meningkatkan kesempatan bagi kandidat demokrasi untuk mencapai mayoritas 35-plus dalam legislatif 70 kursi dalam jajak pendapat pada 6 September, berpotensi memberi mereka kekuatan untuk memblokir rencana pemerintah.

Kubu oposisi Hong Kong memastikan kemenangan besar dalam pemilihan dewan distrik pada November, dengan dukungan gerakan protes anti-pemerintah yang dipicu oleh undang-undang yang sekarang ditarik yang akan memungkinkan orang dikirim ke Cina daratan untuk diadili.

Protes yang meningkat pada Juni tahun lalu dan berkembang menjadi seruan untuk demokrasi yang lebih besar telah gagal sejak polisi menangkap lebih dari 300 orang pada 1 Juli, sehari setelah Beijing memperkenalkan undang-undang keamanan nasional. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top