-->

Cegah Karhutla, Sumsel Siagakan Pompa Air Hingga Helikopter



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menyiagakan helikopter bom air, pompa air serta sarana dan prasarana lainnya.

"Sarana dan perlengkapan lainnya dalam pencegahan karhutla sudah disiapkan, salah satunya helikopter," kata Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, di Palembang, Selasa.

Selain helikopter, kata dia, Pemprov Sumsel juga menyiapkan berbagai keperluan dan kebutuhan dalam mengantisipasi karhutla yang sebagian sudah disebar ke lokasi rawan, terutama di areal gambut di daerah ini.

Dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait, pihaknya telah menyiapkan kendaraaan operasional resque dan truk serta kendaraan pemadam minilog.

Kemudian, untuk pemadaman api ada pula kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi, mesin pompa berupa pompa apung, pompa jinjing dan nozel serta peralatan karhutla lainnya yang diperlukan.

Sebelumnya, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan menyatakan siaga satu dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2020 dengan mulai mengerahkan seluruh pasukan serta peralatan agar berada di wilayah rawan kebakaran.

Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Sumsel, Dr Syafrul Yunardy mengatakan, menjelang masuknya musim kemarau pada pertengahan Juli saat ini posko sudah berdiri di titik rawan karhutla dengan patroli wilayah yang dimasifkan.

"Wilayah yang sudah jarang hujan perlu diperhatikan Tinggi Muka Air (TMA) lahan gambutnya, kalau mulai turun maka kanal-kanal harus diblok supaya lahan tetap lembab," kata Syafrul Yunardy kepada wartawan, di Palembang, Minggu (5/7/2020).

Pencegahan karhutla ini juga telah dimaksimalkan dengan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin sebagai daerah dengan lahan gambut paling luas di Sumsel. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top