Australia Tingkatkan Anggaran Biaya Pertahanan, Fokus Kawasan Indo-Pasifik

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berbicara selama peluncuran Update DefenceStrategic 2020, setelah serangan cyber yang menargetkan Australia, di Akademi Angkatan Pertahanan Australia di Canberra, Australia, 1 Juli 2020. (Foto: AP)

SYDNEY, IPHEDIA.com - Australia meningkatkan pengeluaran biaya pertahanan sebesar 40 persen selama 10 tahun ke depan untuk membeli aset militer jangka panjang yang akan difokuskan pada kawasan Indo-Pasifik, kata Perdana Menteri Scott Morrison, Rabu (1/7/2020).

Dalam pidatonya yang mengancam akan meningkatkan ketegangan dengan China, Morrison mengatakan Australia akan menghabiskan A $ 270 miliar ($ 186,5 miliar) selama 10 tahun ke depan untuk memperoleh kemampuan serangan jarak jauh di udara, laut dan darat.

Australia pada 2016 berjanji akan membelanjakan A $ 195 miliar selama 10 tahun ke depan. Morrison mengatakan Australia juga akan memutar fokus militernya ke kawasan Indo-Pasifik.

“Kami ingin orang Indo-Pasifik bebas dari paksaan dan hegemoni. Kami menginginkan sebuah wilayah di mana semua negara, besar dan kecil, dapat terlibat secara bebas satu sama lain dan dipandu oleh aturan dan norma internasional,” kata Morrison dalam pidatonya di Canberra.

Meskipun Morrison tidak menyebut nama China, sikap Australia terhadap Pasifik dipandang sebagai sinyal bahwa Canberra berniat lebih tegas dalam berurusan dengan Beijing dan kurang bergantung pada Amerika Serikat.

"China adalah gajah tak terucapkan di ruangan itu," kata Sam Roggeveen, direktur Program Keamanan Internasional Lowy Institute yang berbasis di Sydney.

"Meskipun benar bahwa kita fokus pada wilayah kita, tetapi membeli rudal jarak jauh --terutama yang untuk target darat- dapat mengundang tanggapan dari Beijing."

Morrison mengatakan Australia pertama-tama akan membeli 200 rudal anti-kapal jarak jauh dari Angkatan Laut AS senilai A $ 800 juta, dan juga akan mempertimbangkan untuk mengembangkan rudal hipersonik yang dapat melakukan perjalanan setidaknya lima kali kecepatan suara. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top