Trump Ancam Mobilisasi Militer Tertibkan Demo George Floyd

Foto: REUTERS / Jonathan Ernst

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Presiden AS, Donald Trump, berjanji memerintahkan tindakan keras militer untuk menertibkan demonstrasi kematian George Floyd, dengan mengatakan ia mengirim ribuan tentara ke jalan-jalan ibukota dan mengancam akan mengerahkan tentara ke negara-negara yang tidak bisa dikendalikan.

Peningkatan dramatis terjadi seminggu setelah kematian George Floyd di Minneapolis, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang terbunuh ketika seorang perwira polisi kulit putih berlutut di lehernya, menyebabkan kerusuhan sipil terburuk dalam beberapa dasawarsa di New York, Los Angeles dan di kota-kota Amerika.

"Saya mengirim ribuan dan ribuan tentara yang bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak sah," kata Trump dalam pidatonya di taman Gedung Putih, Senin (1/6/2020) waktu setempat, seperti IPHEDIA.com lansir Selasa WIB (2/6/2020).

Dengan suara baling-baling helikopter di atas kepala dan suara letusan dari Lafayette Park di dekatnya, Trump menyatakan dirinya sebagai "sekutu dari semua pengunjuk rasa yang damai."

Tetapi ketika dia berbicara, para pengunjuk rasa damai sedang dibubarkan di luar gerbang Gedung Putih oleh polisi menggunakan peluru karet, gas air mata dan granat kilat. Beberapa pengunjuk rasa terlihat menuangkan air ke mata mereka untuk meredakan perih gas air mata.

Kemudian, Trump berjalan melintasi taman menuju Gereja Episkopal St. John, sebuah rumah ibadah yang digunakan oleh presiden Amerika selama lebih dari seabad yang sebagian dibakar dalam protes Minggu malam.

"Kita memiliki negara yang hebat," kata Trump ketika dia berdiri di depan jendela gereja yang ditutup, mengangkat sebuah Alkitab dan berpose untuk foto-foto. (*)

Sumber: AFP
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top