-->

Tak Tumpang Tindih, Babel Validasi Data Calon Penerima Bansos Covid-19

Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah

PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk membantu warga terdampak pandemi Covid-19 agar penyalurannya tidak tumpang tindih dengan program serupa lainnya dan tepat sasaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung memvalidasi data calon penerima bantuan sosial Covid-19 di daerah ini.

"Jika data calon penerima bansos provinsi ini sudah dipastikan, maka akan segera dicairkan, meskipun sedikit terlambat dibandingkan bantuan yang sudah dikucurkan pemerintah pusat dan kabupaten," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Babel, Abdul Fatah, di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, validasi data ini untuk memastikan data penerima bansos dari Pemprov Babel bukan warga penerima bansos program BLT, PKH Kemensos dan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota.

Pemprov Babel, ujar dia, akan memberikan bansos jaring pengaman sosial sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan kepada 50 kepala keluarga miskin per desa dan kelurahan se-Babel guna meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19.

Bansos dari Pemprov ini di validasi agar penyalurannya tidak tumpang tindih dengan warga yang telah menerima bansos program Kementerian Sosial. Data calon penerima bansos pemprov merupakan data terbaru yang berasal dari pemerintah desa dan kelurahan, bukan data dari pusat, sehingga penyaluran bansos tepat sasaran.

Berdasarkan data, jumlah masyarakat miskin sebagai calon penerima bantuan sosial bertambah 45.000 kepala keluarga. Data itu tidak termasuk penerima bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 36.910 kepala keluarga.

Adanya perubahan data ini, jelas Wagub Babel, akan berpengaruh kepada pergeseran anggaran yang sudah dialokasikan kepada masyarakat berjumlah 36.910 KK penerima bansos PKH dan BPNT. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top