Protes Kematian Tahanan dalam Sel, Demonstran Meksiko Bentrok dengan Polisi

Foto: REUTERS/Fernando Carranza

MEXICO CITY, IPHEDIA.com - Demonstran Meksiko memprotes dugaan kebrutalan polisi pada Kamis (4/6/2020) waktu setempat di kota terbesar kedua di negara itu, Guadalajara. Para demontran menyerukan pihak berwenang untuk bertanggung jawab atas kematian dalam tahanan seorang pria lokal yang diduga ditangkap karena tidak mengenakan masker di muka umum.

Kota-kota di seluruh dunia telah menyaksikan protes membengkak sejak kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah seorang perwira polisi kulit putih berlutut di lehernya di Minneapolis.

Rekaman dari jaringan Milenio seperti dilansir Jumat (5/6/2020) menunjukkan, para pengunjuk rasa di pusat bersejarah Guadalajara melompat ke mobil polisi, menghancurkan jendelanya, dan kemudian membakarnya.

Polisi terlihat menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, termasuk menyeret seorang gadis dengan rambutnya. Seorang fotografer dari outlet media lokal ditendang setelah dikira sebagai pengunjuk rasa, lapor outlet tersebut.

Wakil menteri hak asasi manusia Meksiko meminta file kasus dari pihak berwenang di Jalisco, di mana Guadalajara berada, dan Baja California, di mana mungkin ada insiden serupa di bulan Februari.

"Keadaan darurat kesehatan coronavirus seharusnya tidak menjadi alasan untuk intoleransi," kata pejabat itu, Alejandro Encinas, menambahkan bahwa pihak berwenang perlu untuk mengklarifikasi kedua kasus dan menjangkau mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa yang tidak menguntungkan ini.

Jalisco telah menerapkan langkah-langkah ketat yang bertujuan untuk mengekang penyebaran virus corona; mengenakan masker wajah adalah wajib.

Meskipun keadaan pasti kematian di Jalisco tidak diketahui, rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria muda, diidentifikasi sebagai Giovanni Lopez, ditahan oleh polisi pada awal Mei karena tidak menggunakan masker. Lopez, seorang pekerja konstruksi, meninggal dalam tahanan, kata pernyataan itu.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia di Meksiko mengutuk insiden itu dan menyerukan penyelidikan atas semua pejabat dan lembaga yang bertanggung jawab atas penahanannya sampai kematiannya. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top