Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster di Jambi Senilai Rp14,3 Miliar



JAMBI, IPHEDIA.com - Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) dan Polda Jambi menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 96.550 ekor jenis pasir dan mutiara senilai Rp14,3 miliar yang diduga akan dikirim ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

"Pengakuan dari sopir, benih lobster yang diamankan berasal dari Lampung yang dilansir menuju Jambi dan Kualatungkal," kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi, di Tanjabar, Jambi, Selasa (2/6/2020).

Ia mengungkapkan, dalam penangkapan ini polisi mengamankan dua orang berinisial ML dan TD yang mengirim benih lobster. Untuk memutuskan mata rantai pelakunya, mobil yang digunakan kedua pelaku merupakan mobil rental dari Kota Jambi dan dilansir secara bergantian sopirnya.

Pelaku diamankan saat sedang menunggu jemputan dan pergantian sopir mobil yang hendak mengantarkan barang berisikan benih lobster itu ke salah satu pelabuhan di Kualatungkal.

Sementara itu, Kapolres Tanjabar, AKBP Guntur Saputro mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan kasus tersebut dan tim tengah bergerak cepat untuk mendalami dan mengembangkannya.

Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 15 box sterofom, yang terdiri atas 14 box berisi benih lobster jenis pasir berjumlah 95.350 ekor dan empat kantong benih lobster jenis mutiara 400 ekor, sehingga total keseluruhan 95.750 ekor dengan estimasi nilai kerugian negara Rp14.382.500.000.

Benih lobster itu diambil dari Kenali Asam Jambi dari seorang berinisial Re warga Kota Jambi yang membawa benih lobster menggunakan mobil yang kemudian dibawa ML dan TD menggunakan mobil Avanza.

Sebelum akhirnya diamankan, rencananya benih lobster tersebut akan dibawa ke titik temu sebelum ke terminal AKDP Desa Pembengis, Kecamatam Bram Itam, Kabupaten Tanjab Barat dan akan dikirim melalui jalur laut ke Singapura.

Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 88 Jo Pasal 16 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan dan atau Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda Rp1,5 miliar. (man/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top