Polda Jatim Tetapkan 4 Polisi Terduga Pelaku Kekerasan Demo Mahasiswa

Tangkapan layar bentrokan mahasiswa dan polisi saat demo di Pamekasan (Foto: Detik)

SURABAYA, IPHEDIA.com -  Bentrokan polisi dan mahasiswa dalam demo di Madura berbuntut. Bidang Propam Polda Jawa Timur menetapkan empat oknum polisi terduga pelaku kekerasan terhadap mahasiswa saat peristiwa bentrokan antara aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madura dengan aparat di depan kantor Bupati Pamekasan Madura, Kamis (25/6/2020).

"Prosesnya kami sudah menentukan empat terduga pelanggar. Kepada mereka kami akan melakukan proses secara internal," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Senin (29/6/2020).

Kombes Pol Truno menjelaskan keempat terduga pelaku ini merupakan anggota polisi yang berdinas di Polres Pamekasan. Saat itu, keempatnya ditugaskan untuk mengamankan jalannya demonstrasi mahasiswa.

"Mereka anggota Polres Pamekasan yang melakukan pengamanan pada saat itu dan kasusnya ditangani oleh Bidpropam Polda Jawa Timur. Mereka juga sudah diambil keterangan. Kami juga meminta keterangan dari teman-temannya yang melaksanakan kegiatan pengamanan kemarin, keterangan dari PMII dan juga anggota Satpol PP," ujar Kombes Pol Truno.

Kombes Pol Truno menyebut pihaknya belum bisa memaparkan hukuman apa yang akan didapatkan keempat terduga pelaku kekerasan terhadap mahasiswa tersebut. Nantinya, akan ada proses sidang internal kepolisian untuk menentukan sanksi pada pelaku.

"Kalau hukumannya kami tidak bisa sampaikan karena banyak opsi dalam Undang-Undang Kepolisian, bisa dibuka di Perkap tindakan disiplin pada anggota. Tetapi itu mekanismenya harus melalui mekanisme putusan sidang," ujarnya.

Kombes Truno menyatakan hukuman mayoritas berkaitan dengan ketidakdisiplinan. Pihaknya mengajak semua pihak untuk bersabar dan menunggu proses sidang pendisiplinan.

"Karena pelanggaran yang didapat dalam pelaksanaan tugas mayoritas semua juga karena ketidakdisiplinan. Maka kami lakukan proses ini sampai sidang proses pendisiplinan. Kita tunggu hasilnya seperti apa," ujarnya.

Pada Kamis (25/6/2020), terjadi demonstrasi ratusan mahasiswa yang menuntut 320 tambang galian C di Pamekasan ditutup. Demo tersebut diwarnai bentrokan mahasiswa dengan petugas.

Bentrokan mahasiswa dengan polisi dan Satpol PP ini mengakibatkan seorang mahasiswa terluka. Mahasiswa tersebut dievakuasi ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Demo ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini berlangsung panas karena tak ditemui bupati. Akhirnya, mahasiswa berlarian dari pintu gerbang Kantor Bupati Pamekasan menuju Rumah Dinas Bupati Pamekasan Madura. (sp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top