Pasukan Irak Serang Pangkalan Milisi yang Didukung Iran di Baghdad



BAGHDAD, IPHEDIA.com - Pasukan keamanan Irak menggerebek sebuah markas besar milik milisi kuat yang didukung Iran di Baghdad selatan Kamis malam (25/6/2020) waktu setempat dan menahan lebih dari selusin anggota kelompok itu, kata pejabat pemerintah dan sumber paramiliter, seperti dilansir Jumat WIB (26/6/2020).

Serangan itu tindakan paling berani oleh pasukan Irak terhadap kelompok milisi besar yang didukung Iran dalam beberapa tahun dan menargetkan faksi Kataib Hezbollah, yang para pejabat AS menuduh menembakkan roket ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS dan fasilitas lainnya di Irak.

Pejabat pemerintah Irak dan sumber paramiliter kemudian memberikan versi yang bertentangan tentang apa yang terjadi selanjutnya. Sumber paramiliter dan seorang pejabat pemerintah mengatakan mereka yang ditahan dipindahkan tak lama kemudian ke cabang keamanan kelompok payung paramiliter Irak, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Seorang pejabat pemerintah kedua membantah pemindahan semacam itu dan mengatakan milisi masih dalam tahanan dinas keamanan lainnya. Sumber-sumber memberi angka berbeda untuk mereka yang ditahan. Seorang pejabat PMF mengatakan itu berusia 19 tahun. Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa itu berusia 23 tahun.

Serangan itu tanda pertama bahwa pemerintah perdana menteri baru Irak, Mustafa al-Kadhimi, bermaksud untuk berbuat baik dengan janjinya mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok milisi yang telah menargetkan instalasi AS.

Itu terjadi setelah sejumlah serangan roket di dekat kedutaan AS di Baghdad dan situs militer AS lainnya di negara itu dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi insiden itu juga menyoroti betapa sulitnya menghadapi milisi.

Seorang pejabat senior PMF mengatakan setelah beberapa negosiasi, mereka yang ditahan diserahkan kepada pasukan keamanan paramiliter. PMF adalah lembaga negara Irak, berisi faksi-faksi yang setia kepada Iran dan lainnya yang tidak, tetapi telah didominasi oleh milisi yang selaras dengan Iran.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa tiga komandan Kataib Hezbollah telah ditahan selama serangan itu, yang dilakukan oleh Layanan Kontra Terorisme elit Irak. Salah satu komandan itu adalah orang Iran, katanya.

Seorang pejabat PMF kedua mengatakan tidak ada komandan Kataib Hezbollah yang ditahan. Sementara, juru bicara koalisi pimpinan-AS di Irak dan sumber-sumber paramiliter Irak menyangkal ada di antara mereka yang ditahan telah diserahkan kepada militer AS. Ketegangan antara Washington dan Teheran terutama di tanah Irak memuncak selama setidaknya satu tahun.

Hal itu hampir tumpah ke konflik regional pada Januari setelah Amerika Serikat membunuh dalang militer Iran Qassem Soleimani dan kepala paramiliter Irak Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad. Baik Teheran dan Washington mendukung Kadhimi menjadi perdana menteri pada bulan Mei. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top