Palembang Tak Lanjutkan PSBB, Gantinya Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagai gantinya melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan tanpa batasan waktu dan sanksi.

"Kita tidak melanjutkan PSBB namun lebih kepada penegakkan disiplin protokol kesehatan. Selama penerapan ini tidak ada batasan waktu dan sanksi seperti saat PSBB dijalankan," kata Walikota Palembang, Harnojoyo, di Palembang, Rabu.

Menurutnya, pertimbangan ini tak terlepas dari status zona oranye untuk Kota Palembang. Apalagi, berdasarkan penilaian kota ini memberikan hasil positif selama dua kali penerapan PSBB.

Berdasarkan 15 indikator penilaian penerapan PSBB, Palembang mendapatkan perbaikan skor menjadi 1,9 dari sebelumnya berada di zona merah dengan nilai 1,8 saat PSBB tahap pertama.

Pemerintah Kota Palembang bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan memaksimalkan upaya edukasi ke masyarakat agar protokol kesehatan benar-benar dijalankan.

Ia mengatakan, semua aturan pelaksanaan penegakkan disiplin protokol kesehatan menuju new normal akan mengacu kepada aturan teknis dari pemerintah pusat.

Pemerintah daerah, kata dia, akan mengikuti arahan dan menyesuaikan aturan dengan kondisi di daerah, baik terkait sekolah, moda transportasi, rumah ibadah dan lain-lain mengikuti surat edaran kementerian yang mengedepankan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setiyadji menyebutkan, tren perbaikan penyebaran kasus Covid-19 di Palembang selama penerapan PSBB tahap pertama dan kedua terlihat.

Selain melakukan penegakan disiplin, sejumlah pusat bisnis seperti mal telah menjalankan protokol kesehatan dan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. "Untuk menggugah kesadaran masyarakat, semua personil akan dikerahkan," ujar Kombes Pol Anom Setiyadji. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top