Kemenparekraf Salurkan Ribuan Paket Sembako Untuk Pekerja Pariwisata Babel



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Melalui Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara simbolis menyalurkan 3.876 paket sembako dan makanan siap saji untuk diserahkan kepada para pekerja sektor pariwisata di daerah ini.

"Jumlah pelaku usaha di bidang pariwisata dan industri kreatif yang terdampak di Babel sebanyak 3.876 orang yang memerlukan bantuan. Sembako tersebut kami serahkan ke Pemprov Babel secara simbolis, yang selanjutnya diserahkan kepada penerimanya," kata Seketaris Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Edi Wardoyo, di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan, Kemenparekraf memberikan bantuan sembako kepada pelaku usaha bidang pariwisata Babel yang terkena dampak dari Covid-19 ini berdasarkan data pengajuan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan data ini juga berdasarkan pemkab dan pemkot setempat.

Saat ini, kata dia, bantuan dari Kemenparekraf RI di seluruh Indonesia terlaksana dengan jumlah 100.000 paket sembako dengan total keseluruhan 140.000 paket sembako.

"Minggu depan kita akan menyalurkan bantuan kepada pekerja pariwisata di Jawa Tengah sebanyak 30.000 paket yang datanya juga berasal dari pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Abdul Fatah mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, Babel merupakan 10 destinasi wisata nasional, sehingga pada tahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan di Babel mencapai 42.803 wisatawan. Wisatawan ini terdiri dari wisatawan mancanegara, dan wisatawan dalam negeri.

Setelah adanya wabah virus corona sektor pariwisata mengalami dampaknya, sehingga pelaku usaha parawisata dan ekonomi kreatif harus menanggung beban ini. "Tidak ada sektor manapun yang tidak terdampak oleh Covid-19, termasuk sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif," katanya.

Melalui bantuan bahan pokok untuk pelaku usaha parawisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19, jelas dia, Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif menggugah para pelaku pariwisata agar termotivasi untuk membangun hidup baru di era new normal. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top