Setelah Viral, Remaja Joged Dugem Pakai Mukena Ini Terancam Enam Tahun Penjara

Pelaku video joget dugem pakai mukena diiringi musik DJ yang gemparkan jagat maya terancam enam tahun penjara. (Foto: Src / Dok)

BATURAJA, IPHEDIA.com - Dinilai melecehkan agama Islam, DB (18) seorang pria remaja di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, terancam hukuman pidana paling lama enam tahun penjara setelah video joged dugemnya yang menggunakan mukena diiringi musik DJ gempar di jagad maya.

"Sudah kami amankan," kata Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga, melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo Pranoto, di Baturaja, Sumsel, Minggu (10/5/2020).

Pelaku warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, yang berprofesi sebagai buruh itu, dibekuk anggota Reskrim Polres OKU di rumahnya tanpa perlawanan pada Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 21.31 WIB.

Kepada polisi, pelaku mengaku merekam video tiktok sholat dengan diiringi musik dugem berjoget memakai mukena berwarna putih biru motif bunga-bunga menggunakan konten snapgram video tersebut hanya iseng. Video direkamnya setelah sholat shubuh.

Video itu direkam pelaku melalui aplikasi instagram dengan menggunakan satu unit telepon genggam merk Vivo Y12. Hasil rekaman lalu dia share di status akun Whatsapp dan instragram miliknya hingga membuat video tersebut viral di media sosial.

"Pelaku beserta barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu buah mukena putih biru bermotif bunga-bunga sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut," kata Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo Pranoto, mendampingi Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau 156a KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top