Retail Modern di Bandarlampung Langgar Protokol Kesehatan Diberi Sanksi Tegas



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Pemkot Bandarlampung sepakat akan memberikan sanksi tegas kepada pihak perusahaan retail modern di Kota Bandarlampung yang tidak mengindahkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 saat ini.

"Kita sudah membuat kesepahaman bahwa sanggup menjaga amanah protokol kesehatan," kata Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, usai menggelar rapat bersama Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, dan 15 manajemen retail dan swalayan di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di Ruang Abung Pemprov Lampung, Rabu (20/5/2020).

Ia mengatakan, pemerintah akan menutup mall dan retail apabila tidak mengindahkan kesepakatan yang telah tertuang dalam MoU. Sebab, sampai saat ini di wilayah Bandarlampung disinyalir masih banyak terjadi kerumunan, terutama di pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional.

Menurutnya, sesuai dengan kesepahaman itu manajemen retail dan swalayan telah menandatangani MoU tersebut dan sanggup menjaga amanah protokol kesehatan. Bila tidak menerapkan protokol kesehatan maka pihak mall dan retail itu akan kena sanksi penutupan tokonya.

Hal yang sama disampaikan Wali Kota Bandarlampung, Herman HN. Ia mengatakan, semua pihak harus menyepakati keputusan itu. "Kita akan menerapkan ini sampai dengan Covid-19 ini secara nasional selesai," kata wali kota.

Untuk itu, Herman HN meminta kepada kepada pihak perusahaan mematuhi anjuran pemerintah dan jangan sampai melanggar MoU yang telah disepakati tersebut jika tidak ingin mall maupun retailnya ditutup. (rz/es/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top