Pengeboman Besar-besaran Hantam Tripoli, Pasokan Air Terancam

Foto: Reuters via SABC News © IPHEDIA.com

TRIPOLI, IPHEDIA.com - Sebuah pemboman mengguncang Tripoli pada Minggu (10/5/2020) waktu setempat ketika pasukan Khalifa Haftar yang bermarkas di timur bertempur semalam untuk wilayah baru di pinggiran selatan.

Pemasok air utama ke barat laut Libya menyebut pemboman ini menambah kesengsaraan warga Tripoli. Orang-orang bersenjata di selatan telah menyerbu salah satu fasilitasnya, sehingga mengurangi pasokan air di wilayah itu.

"Ayah saya mengatakan kita harus siap untuk pergi kapan saja. Pertempuran tadi malam lebih berat daripada sebelumnya," kata seorang warga distrik Abu Salim, dekat garis depan.

"Kita akan pergi untuk bertahan hidup, tetapi ke mana kita bisa pergi? Kita akan berada di jalan. Tidak ada harapan,” tambah penduduk itu melalui telepon, seperti IPHEDIA.com lansir Senin pagi WIB (11/5/2020).

Tentara Nasional Libya (LNA) Haftar yang didukung Uni Emirat Arab, Mesir dan Rusia itu telah berusaha mengepung Tripoli selama 13 bulan.

Tetapi bantuan militer Turki tahun ini untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional telah membantunya mendapatkan kembali landasan.

Bulan lalu, pasukan pro-GNA merebut kembali serangkaian kota di barat laut dari LNA, membangun kembali kendali mereka antara Tripoli dan perbatasan Tunisia.

Mereka juga telah melakukan dua kali upaya merebut pangkalan udara strategis al-Watiya LNA, tetapi tidak berhasil, dan telah bergerak ke arah markas utama Tarnauna di barat laut LNA.

Sumber militer LNA mengatakan Sabtu malam, pertempuran itu yang paling sengit sejauh ini. Pasukan Timur sementara merebut beberapa tempat di Abu Salim.

Penduduk Tripoli menggambarkan pemboman itu sebagai yang terburuk sejauh ini setelah berminggu-minggu pertempuran ketika GNA berusaha mengakhiri upaya Haftar merebut ibukota dan mendorong pasukannya keluar dari jangkauan artileri.

Mitiga, satu-satunya bandara yang berfungsi di ibukota Libya, menjadi sasaran roket untuk hari kedua, setelah penembakan pada Sabtu menghancurkan tangki bahan bakar dan menembaki jet penumpang yang disiapkan untuk lepas landas.

Misi PBB Libya mengutuk apa yang disebutnya 'serangan sembarangan', yang katanya sebagian besar disebabkan oleh pasukan pro-LNA. Dikatakan bulan lalu, LNA bertanggung jawab atas empat perlima kematian warga sipil pada kuartal pertama 2020.

Sementara Turki menyatakan pada Minggu bahwa mereka akan menganggap pasukan Haftar sebagai target yang sah jika serangan terhadap kepentingannya berlanjut. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top