Penerapan PSBB Palembang, BI Sumsel: Pastikan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Bila dalam waktu dekat Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) jadi diterapkan di Kota Palembang sebagaimana yang telah diusulkan ke Kemenkes, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan Pemerintah Kota Palembang untuk memastikan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok di kota ini.

“Ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemprov, karena jika sampai tersendat maka akan berpengaruh pada kabupaten/kota lain,” kata Kepala Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo, dalam diskusi secara virtual mengenai kinerja perekonomian Sumsel pada triwulan I/2020, di Palembang, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, untuk memastikan tidak ada distribusi barang yang tersendat, penerapannya harus dikawal. Mengingat, Kota Palembang merupakan kota penghubung ke kabupaten/kota di Provinsi Sumsel.

Selain itu, ujar dia, meski dalam PSBB terdapat aturan pengecualian, seperti untuk sektor logistik dan perbankan, namun persoalan distribusi barang menjadi sangat vital dalam kaitan menjaga inflasi daerah.

Hari mengingatkan, jika PSBB diterapkan di Palembang ancaman dari sisi ekonomi semakin kuat pada bulan-bulan berikutnya. Sebab, pembatasan yang dilakukan menyebabkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat menjadi terbatas.

Karenanya, sebagai upaya tetap mengendalikan inflasi harus diperkuat lagi dengan menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif dengan masyarakat, salah satunya imbauan agar tidak panic buying. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top