Pelindo II Panjang Lepas Ekspor Produk Pertanian Unggulan Lampung



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Panjang melepas produk pertanian unggulan asal Provinsi Lampung untuk diekspor ke berbagai negara tujuan, antara lain Italia, China, dan Uni Emirat Arab.

"Total komoditi ekspor sebesar 684.104 kilogram, dengan nilai ekonomi sebesar Rp6,6 miliar," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung, Muh Jumadh, saat melakukan video conference pelepasan ekspor serentak produk pertanian asal Lampung bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Karantina Pertanian, di Bandarlampung, Jumat (1/5/2020).

Ia menjelaskan, komoditi ekspor sebesar 684.104 kilogram itu, rinciannya komoditas kopi sebanyak 108.000 kilogram, pisang, nanas sebanyak 562.104 kilogram, dan cabai jamu sebanyak 14.000 kilogram. Produsen penghasil produk tersebut adalah PT Need Coffee Indonesia, PT Great Giant Pineaple, dan PT PARACHA IMPEX.

Sementara itu, General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo mengatakan, dengan adanya ekspor produk pertanian Lampung ini membuktikan petani Lampung mampu menghasilkan produksi di tengah kondisi pandemi Covid–19.

"Kondisi ini tidak lepas dari peran dan dukungan berbagai unsur instansi pemerintahan guna tetap menjaga mata rantai logisitik di Provinsi Lampung," ujarnya.

Video conference pelepasan ekspor serentak produk pertanian ini selain Lampung juga dilakukan oleh sembilan wilayah karantina pertanian, di antaranya, Denpasar, Belawan, Semarang, Soekarno Hatta, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan, dan Surabaya.

Kesembilan wilayah tersebut jumlah total keseluruhan mencapai 28.000 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp753,6 miliar ke 43 negara dan ragam komoditas mencapai 166 jenis. (as/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top