Nilai Impor Bangka Belitung Turun Drastis Capai 84,12 Persen

Kepala BPS Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami

PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Dampak pendemi Covid-19 tahun ini, nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Maret 2020 sebesar 0,3 juta dolar Amerika Serikat atau turun 84,12 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

"Impor migas dan nonmigas mengalami penurunan yang cukup drastis," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, di Pangkalpinang, Selasa (5/5/2020).

Dwi menjelaskan, dibandingkan impor Februari 2020, nilai impor Maret tahun ini juga mengalami penurunan sebesar 83,07 persen. Sementara, jumlah nilai impor selama Januari - Maret 2020 yang masih didominasi nonmigas sebesar 73,05 persen mencapai 3,09 juta dolar AS.

Impor nonmigas periode Januari - Maret 2020 menurun 26,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelummya. Demikian pula impor migas turun 16,13 persen. pada bulan Maret 2020, malah tidak ada impor migas ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Impor nonmigas didominasi bahan bakar mineral (HS 27) berupa antrasit. Sekitar 50,62 persen (US$1,14 juta) impor nonmigasKepulauan Bangka Belitung merupakan golongan ini.
 

Dalam peran impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Januari-Maret 2020, Vietnam masih menduduki peringkat pertama. Selama triwulan pertama ini, nilai impor dari Vietnam sebesar 1,14 juta dolar atau berperan 36,98 persen.

Kemudian, peringkat kedua diduduki Malaysia dengan nilai impornya pada Januari-Maret 2020 sebesar 990,6 ribu dolar atau berperan 32,01 persen. Singapura, Tiongkok, dan Hongkong menempati posisi ketiga hingga kelima secara berurutan.

Selama Januari-Maret 2020, peran nilai impor dari kelima negara asal impor ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 100 persen. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top