Korsel Siaga, Menguatkan Kemungkinan Penyebaran Covid-19 dari Clubbers

Perdana Menteri Chung Sye-kyun (tengah) berbicara dalam pertemuan dengan para pejabat di gedung pemerintah utama di pusat Seoul pada 9 Mei 2020. (Foto: Yonhap)

SEOUL, IPHEDIA.com - Korea Selatan (Korsel) dalam keadaan siaga pada Sabtu (9/5/2020), karena lebih dari selusin orang terinfeksi virus corona dari klub-klub di Seoul dapat menyebarkan virus ke seluruh negeri di tengah pelonggaran jarak sosial.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menyatakan 17 dari 18 kasus Covid-19 baru terkait dengan seseorang yang mengunjungi klub dan bar di lingkungan multikultural populer Itaewon di Seoul akhir pekan lalu.

Pasien berusia 29 tahun, yang dianggap otoritas kesehatan sebagai pasien pertama dalam infeksi kluster, mengunjungi lima klub dan bar di Itaewon dari malam 1 Mei hingga jam-jam awal keesokan paginya.

Wakil Menteri Kesehatan Kim Ganglip menyebutkan otoritas kesehatan sedang dalam proses mengidentifikasi orang-orang yang mengunjungi klub, dan anggota keluarga dan kenalan mereka yang telah terinfeksi virus dari klub, untuk memastikan virus tidak menyebar di masyarakat setempat.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun menginstruksikan para pejabat untuk menemukan mereka yang mengunjungi klub di Itaewon minggu lalu dan mengujinya untuk virus corona baru.

Dia juga mengatakan kepada para pejabat untuk memastikan bahwa para clubbers, diperkirakan 1.510 orang, dapat menerima tes sambil merahasiakan nama dan informasi pribadi lainnya dalam langkah untuk mendorong mereka agar tidak bersembunyi.

KCDC telah mendesak pengunjung klub-klub itu untuk melakukan isolasi mandiri guna membatasi kemungkinan penyebaran virus.

Walikota Seoul, Park Won-soon, pada Sabtu memberlakukan perintah administratif untuk secara efektif menangguhkan bisnis di klub, bar, dan tempat hiburan malam lainnya di ibu kota itu. Tindakan pencegahan akan tetap diberlakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut, tanpa menentukan tanggal.

Pada Sabtu, Korea Selatan melaporkan 18 kasus lagi, meningkatkan total negara menjadi 10.840.Angka kematian negara tetap tidak berubah pada 256, menurut KCDC.

Chung mengatakan keberhasilan atau kegagalan karantina Korea Selatan akan tergantung pada apakah negara itu dapat menghentikan penyebaran infeksi lebih lanjut terkait dengan klub-klub di Seoul.

Pada Jumat, pemerintah merekomendasikan agar klub dan bar menangguhkan bisnis mereka sampai 7 Juni dan memerintahkan mereka untuk mengikuti langkah-langkah karantina jika mereka masih ingin menjaga bisnis mereka tetap dibuka.

Kim mengatakan pihak berwenang dapat mengenakan denda hingga 3 juta won (US $ 2.500) pada klub dan bar yang gagal menerapkan tindakan karantina. 


Selain itu, pihak berwenang juga dapat mengajukan gugatan mencari kompensasi terhadap klub dan bar jika pengunjung terinfeksi virus.

Korea Selatan bergeser ke bentuk sosial sehari-hari yang santai dan santai awal pekan ini, memungkinkan orang untuk melanjutkan kegiatan di luar ruangan dan acara-acara publik, termasuk mengadakan permainan olahraga profesional bebas penonton dan layanan keagamaan. (*)

Sumber: Yonhap

Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top