Korea Selatan Protes Klaim Jepang Atas Pulau Dokdo dalam Buku Diplomatik Tahunan

Personel South Korean Naval Special Warfare Group di Pulau Dokdo/South Korean Navy (Foto: Yonhap via Reuters)

SEOUL, IPHEDIA.com - Kementerian luar negeri Korea Selatan memanggil seorang diplomat senior Jepang pada Selasa (19/5/2020) untuk mengajukan protes setelah buku diplomatik tahunan terbaru Tokyo berisi klaim teritorialnya yang berulang-ulang terhadap Pulau Dokdo yang berada di bagian paling timur Korea Selatan.

Kim Jung-han, direktur jenderal untuk urusan Asia dan Pasifik di kementerian luar negeri Seoul memanggil Hirohisa Soma, seorang pejabat senior dari Kedutaan Besar Jepang di Seoul, untuk menyatakan penyesalan atas isi buku dan mendesak Tokyo untuk mencabut klaim tersebut.

Dalam Buku Biru 2020 yang dilaporkan ke Kabinetnya, Tokyo menegaskan bahwa Dokdo wilayah inheren Jepang secara historis dan berdasarkan hukum internasional dan Korea Selatan masih secara ilegal menduduki itu.

Klaim terbaru Jepang untuk Dokdo datang ketika hubungan bilateral tetap dingin setelah berbulan-bulan perselisihan yang berasal dari masalah masa perang yang tertunda, termasuk masalah yang belum terselesaikan dalam memberikan kompensasi kepada para korban kerja paksa Korea. Korea Selatan berada di bawah kekuasaan kolonial Jepang 1910-1945.

Korea Selatan menolak klaim tersebut karena negara itu mendapatkan kembali kemerdekaannya dari pemerintahan kolonial Jepang dan memperoleh kembali kedaulatan atas wilayahnya, termasuk Dokdo dan banyak pulau lain di sekitar Semenanjung Korea. Sejak 1954, Korea Selatan telah menempatkan detasemen polisi kecil di Dokdo. (*)

Sumber: Yonhap
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top