Ketegangan AS-China Meningkat, Polisi Anti Huru Hara Dikerahkan di Seluruh Hong Kong

Foto: Reuters via Malay Mail

HONG KONG, IPHEDIA.com - Polisi anti huru hara dikerahkan di seluruh Hong Kong pada Kamis (28/5/2020) ketika anggota parlemen memperdebatkan undang-undang yang akan mengkriminalkan rasa tidak hormat terhadap lagu kebangsaan China, dan ketika Amerika Serikat menekan China untuk menjaga kebebasan kota.

Perdebatan sengit tentang RUU tersebut - percikan terbaru kerusuhan anti pemerintah di kota semi otonom- membuat dua anggota parlemen pro demokrasi dipindahkan dari Dewan Legislatif yang kemudian ditunda.

Polisi menembakkan merica dan melakukan 360 penangkapan pada Rabu (27/5/2020) ketika ribuan orang turun ke jalan memprotes lagu kebangsaan dan undang-undang keamanan nasional yang diusulkan oleh China yang telah meningkatkan kekhawatiran internasional atas kebebasan di kota itu.

Menjelang sore, para pengunjuk rasa masih berdesakan di trotoar, meneriakkan demokrasi penuh dan Hong Kong untuk mencari kemerdekaan dari China, dengan mengatakan ini sekarang satu-satunya jalan keluar.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Hong Kong tidak lagi memenuhi syarat untuk perawatan khusus berdasarkan hukum AS, berpotensi menghadapi pukulan telak terhadap statusnya sebagai pusat keuangan utama.

Rencana China untuk memberlakukan undang-undang baru hanya yang terbaru dari serangkaian tindakan yang secara fundamental merusak otonomi dan kebebasan Hong Kong, katanya kepada Kongres.

"Tidak ada orang yang beralasan yang dapat menyatakan hari ini bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi tingkat tinggi dari China, mengingat fakta di lapangan," katanya.

Beijing pekan lalu merencanakan akan memberlakukan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong yang bertujuan untuk mengatasi pemisahan diri, subversi, dan kegiatan teroris.

Itu bisa dilihat dari badan intelijen China mendirikan pangkalan-pangkalan di kota yang seharusnya memiliki tingkat otonomi yang tinggi di bawah syarat-syarat penyerahannya pada tahun 1997 ke Cina oleh bekas kekuatan kolonial Inggris.

Otoritas China dan pemerintah yang didukung Beijing di Hong Kong mengatakan tidak ada ancaman terhadap otonomi tingkat tinggi kota ini dan undang-undang keamanan baru akan sangat terfokus.

Amerika Serikat dan China bentrok dengan Hong Kong di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu setelah Beijing menentang permintaan Washington agar Dewan Keamanan bertemu atas undang-undang keamanan nasional.

Misi AS untuk PBB mengatakan masalah itu adalah masalah keprihatinan global yang mendesak yang melibatkan perdamaian dan keamanan internasional. Sementara, China mengatakan undang-undang itu masalah internal Tiongkok.

Ketegangan antara Beijing dan Washington meningkat karena militerisasi China di Laut China Selatan, perdagangan, dan persoalan pandemi virus corona. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top