Jepang dan AS Adakan Dialog Keamanan Ekonomi Soal Jaringan 5G dan Teknologi Sipil

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe (kiri), dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP)

TOKYO, IPHEDIA.com - Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan dialog tentang keamanan ekonomi yang akan membahas jaringan telepon seluler 5G dan ekspor teknologi sipil yang juga menggunakan militer, lapor surat kabar Yomiuri pada Sabtu (16/5/2020).

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Jumat bergerak untuk memblokir pasokan chip global ke raksasa peralatan 5G China Huawei Technologies.

Sekretariat Kabinet Jepang, Dewan Keamanan Nasional AS dan Departemen Perdagangan AS diharapkan berpartisipasi dan dapat mengadakan pertemuan pertama mereka pada akhir tahun ini, kata Yomiuri, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Para pejabat di Kementerian Luar Negeri Jepang tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar pada Sabtu.

Amerika Serikat telah memasukkan daftar hitam Huawei, dengan mengatakan peralatan 5G perusahaan dapat memberikan pintu belakang bagi spionase pemerintah China. Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia telah membantah klaim ini.

Pemerintah AS juga telah mencegah negara-negara lain untuk menggunakan persneling Huawei untuk membangun jaringan ponsel 5G mereka sebagai bagian dari persaingan yang lebih besar untuk dominasi teknologi global antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk secara efektif mengecualikan Huawei dan saingannya pembuat peralatan telekomunikasi China ZTE Corp dari pengadaan publik, dan tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu telah mengikutinya. (*)

Sumber: Reuters
Alih Bahasa: Redaksi IPHEDIA.com

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top