Dampak Covid-19, Sebanyak 32.365 Buruh di Jatim Dirumahkan

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, IPHEDIA.com - Peringatan Hari Buruh 1 Mei diwarnai situasi keprihatinan karena banyak buruh yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengucapkan selamat Hari Buruh bagi seluruh pekerja di Jatim dan berharap mereka bersabar di tengah pandemik Covid-19.

"Selamat kepada semua buruh, khususnya di Jatim. Semoga diberi kesabaran meski tahun ini diselimuti keprihatinan mendalam," ujarnya kepada wartawan, di Surabaya, Jumat (1/5/2020).

Situasi darurat Covid-19, kata dia, mengakibatkan tidak sedikit pelaku usaha yang merugi dan gulung tikar sehingga berimbas pada buruh.

Menurut Gubernur Khofifah, tak ada yang menginginkan ini terjadi, sebab semua di luar kuasa sebagai manusia yang tak hanya berimbas pada buruh, tapi termasuk pelaku usaha.

Berdasarkan catatan Pemprov Jatim, jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 32.365 orang dari 555 perusahaan, dengan sebagian besar melanda sektor perhotelan serta pariwisata.

Khofifah menyebut, pandemik Covid-19 juga berdampak terhadap sektor-sektor lain yang menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK), yang hingga akhir April 2020 tercatat 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jatim.

Tidak hanya itu, para pekerja migran Indonesia asal Jatim juga ikut terimbas dampak Covid-19 ini, yakni total ada 1.895 orang yang pulang akibat habis masa kontrak.

Data lainnya, sebanyak 386 orang lainnya dipulangkan paksa atau dideportasi dari negara tujuan pekerja, kemudian juga menyebabkan 4.801 calon pekerja migran yang seharusnya berangkat ke luar negeri untuk bekerja, namun negara penerima menolak kehadiran mereka.

"Ini tahun yang berat dan tidak banyak yang bisa dilakukan. Sekali lagi, saya meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal," ucapnya.

Gubernur Khofifah mengatakan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim sedang berupaya maksimal mengatasi persoalan ini, salah satunya dengan meluncurkan kartu prakerja sebagai jaring pengaman sosial.

"Dukungan yang diberikan Pemprov Jatim berupa pendirian help desk mempermudah akses pekerja terhadap kartu prakerja," katanya.

Pada peringatan Hari Buruh kali ini, Gubernur Khofifah mendorong kepada para pengusaha yang masih menjalankan aktivitas produksi untuk tetap melindungi pekerja sesuai protokol kesehatan, meliburkan pekerja atau bekerja dari rumah.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu berharap ketika wabah mereda, pelaku usaha dapat bangkit dan memanggil para pekerjanya kembali.

"Kepada komponen pekerja, pengusaha, hingga Apindo, diharapkan selalu bekerja sama dan tetap berdoa agar badai Covid-19 ini segera berlalu dan ekonomi dapat pulih," tuturnya. (sp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top