Tindakan Tegas, Warga di Palembang Aktivitas Luar Rumah Tak Pakai Masker di Karantina

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, bersama Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Sebagai antisipasi penyebaran virus corona baru (Covid-19), tim gabungan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, mulai mengamankan warga kota yang terjaring melakukan aktivitas di luar rumah tidak menggunakan masker.

Pada operasi penertiban yang dilakukan tim gabungan di simpang lima Gedung DPRD Sumsel, Palembang, Kamis (30/4/2020) misalnya, terjaring 15 pengemudi kendaraan bermotor dan pejalan kaki yang kedapatan satgas tidak mematuhi aturan wajib menggunakan masker.

Pelanggar aturan wajib menggunakan masker diamankan masuk ke dalam bus Trans Musi dikawal anggota Satpol PP, TNI/Polri untuk dibawa ke Asrama Haji Palembang yang disiapkan khusus mengkarantina orang-orang yang terjaring beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker.

"Warga diingatkan untuk selalu memakai masker jika tidak ingin diamankan. Bagi warga dan pengendara yang melintas di jalan protokol dan pos cek poin di perbatasan wilayah kota, kedapatan tidak menggunakan masker akan dibawa ke Asrama Haji, dan dilakukan penindakan karantina menginap selama 1X24 jam," ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, di Palembang, Kamis (30/4/2020).

Ia mengatakan, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, akan mengawal kebijakan wali kota setempat mengkarantina warganya yang kedapatan tidak memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah atau area publik.

Penerapan sanksi ini, kata dia, sesuai kebijakan pemerintah pusat dan instruksi Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Peningkatan pengendalian, pencegahan dan penanganan Covid-19, akan didukung dengan mengerahkan kekuatan yang ada bersama unsur TNI.

Menurutnya, penindakan secara tegas kepada siapapun yang tidak memakai masker dan pelanggaran aturan lainnya, sebagai upaya memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi anjuran dan larangan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Petugas yang selama ini mengedepankan tindakan persuasif, jelas dia, terhitung mulai 30 April 2020 diperintahkan melakukan tindakan lebih tegas sesuai dengan ketentuan hukum kepada pelanggar anjuran dan larangan pemerintah menghadapi wabah virus corona. (bud/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top