Tangani Covid-19, Surabaya Anggarkan Rp196 Miliar

Teleconference Wali Kota Risma dan DPRD Surabaya. (Foto: Sugeng P)

SURABAYA, IPHEDIA.com - Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwiyono mengatakan, untuk penanganan Covid-19 ini dianggarkan Rp196 Miliar yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Untuk yang Rp160 miliar itu dicadangkan bagi warga Surabaya yang tidak mampu atau untuk kebutuhan sembako," ujar Adi Sutarwiyono seusai rapat paripurna  penanganan virus covid-19 dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, melalui teleconfrence, Senin (6/4/2020).

Politisi asal fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan mendapat keringanan bahkan pembebasan biaya untuk air PDAM. "Itu salah satu kebijakan dari walikota yang disampaikan tadi," bebernya.

Selain soal anggaran, lanjut dia, DPRD juga menyimak paparan Wali Kota Risma tentang kebijakan lain tentang pencegahan Covid-19, antara lain penyemprotan disinfektan ke pemukiman penduduk, pembuatan bilik disinfektan di kantor-kantor publik, wastafel di tempat-tempat umum.

"Juga pemberian APD (alat pelindung diri) ke-14 rumah sakit di Surabaya, yang menjadi rujukan penanganan Covid-19. Tidak hanya RSUD dr Soewandhi dan RSUD Bakti Dharma Husada yang dikelola Pemkot Surabaya," ujarnya.

Dalam rapat teleconference, DPRD Kota Surabaya memberi masukan dan pandangan kepada Wali Kota Tri Rismaharini dan jajaran Pemkot Surabaya.

"Saya dan beberapa anggota dewan, juga menyampaikan kepada bu wali kota tentang keberatan masyarakat Babat Jerawat, khususnya Pondok Benowo Indah. Yang menolak Rumah Susun yang belum ditempati, bakal dijadikan tempat isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP)," kata Adi.

Adi menegaskan suasana rapat menunjukkan kepada publik bahwa DPRD, Wali Kota Risma dan Pemkot Surabaya, saling bersinergi dan saling mendukung.

"DPRD memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya yang dikerjakan dan akan dilakukan Wali Kota Bu Risma dan semua jajaran pemkot akibat wabah Covid-19. Ini membutuhkan penanganan yang kompak, agar situasinya cepat mereda, dan kehidupan kembali normal," katanya.

Adi mengatakan, repat secara teleconference memperlihatkan DPRD Kota Surabaya tetap bekerja, dalam situasi sulit sekalipun. Setelah ini, Komisi-Komisi di DPRD bisa menggelar rapat dengan dinas-dinas atau badan di Pemkot Surabaya, terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Awi itu mengatakan, bagi anggota dewan yang belum mendapatkan giliran berbicara dengan Walikota, bisa menyampaikan secara tertulis.

"Nanti melalui ketua DPRD dan akan saya kirimkan ke Walikota, atau opsi ke dua, melakukan rapat teleconfrence antara komisi dengan OPD pemkot Surabaya," pungkasnya. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top