Sebanyak 65 Pasien Covid-19 di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, IPHEDIA.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengupdate persebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur dan menyebutkan ada 6 pasien Covid-19 di Jawa Timur yang sembuh.

"Alhamdulillah, ada enam orang sembuh. Lima orang dari Surabaya, satu orang dari Madiun." ujarnya, di Surabaya, Minggu (12/4/2020).

Total pasien Covid-19 di Jawa Timur yang akhirnya terkonversi negatif dan dinyatakan sembuh saat ini ada 65 orang. Gubernur Khofifah mengatakan itu setara dengan 24,61 persen.

Gubernur Khofifah melakukan video conference dengan salah satu pasien yang berhasil sembuh. Dirinya menyebut pasien sembuh itu dengan nama Pak Bagus.

"Perasaan saya pertama kali takut saat dinyatakan positif dan langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo. Pertama kali yang saya rasakan nafas saya terasa berat." ujar Pak Bagus saat ditanyai Khofifah mengenai perasaan dan apa yang pertama kali dirasakan.

Pak Bagus dalam kesempatan ini juga berterima kasih kepada Gubernur Khofifah, RSUD dr Soetomo, dan seluruh yang terkait dengan proses penyembuhannya. 


Dirinya juga mengatakan pelayanan yang diterima sangat baik. Dokter selalu stand by 24 jam, disiplin, dan sangat profesional.

Gubernur Khofifah menyampaikan, ada 33 kasus baru pasien Covid-19 di Jawa Timur. Total kumulatif pasien positf hingga 10 April 2020 ada 256 orang positif di Jawa Timur. Namun yang dirawat hingga saat ini ada 171 orang. Pasien meninggal 26 orang.

"Semakin banyaknya Kabupaten/Kota yang terjangkit di Jawa Timur, tetaplah tinggal di rumah, jangan keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Bangun pola hidup yang bersih dan sehat. Jika keluar rumah harus menggunakan masker," papar Gubernur Khofifah. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top