Punya Ratusan PSK, Polisi Bongkar Prostitusi Online Antar Provinsi

Barang bukti prostitusi online yang disita polisi. (Foto: SP)

SURABAYA, IPHEDIA.com - Di tengah wabah corona, jajaran Polrestabes Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) membongkar jaringan prostitusi online antar provinsi di Surabaya.

Ada tiga mucikari yang ditangkap dalam kasus ini, masing-masing LS (46) warga Sidoarjo, DK (44) warga Surabaya, dan K (39) warga Semarang. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda. 


Dari hasil pendalaman polisi, ditemukan kurang lebih 500-600 foto Pekerja Seks Komersial (PSK) dari berbagai daerah yang mereka jual.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, dari hasil penyelidikan, Foto-foto PSK yang ditemukan di HP tersangka berdomisili di beberapa kota, seperti Semarang, Jakarta, Bandung, Ujung Pandang, Medan, Surabaya, dan kota-kota lain.

“Ketiga orang ini adalah jaringan antar kota antar provinsi. Anak buah (PSK) mereka dibagi beberapa kelas, ada yang (dihargai, red) Rp1,5 juta, Rp2 juta, Rp4 juta, Rp10 juta, Rp15 juta, Rp25 juta tergantung yang dimaui pemesan. Begitu transaksi cocok akan dikirim sesuai pemesanan via handphone,” ujar AKP Iwan Hari Poerwanto, di Surabaya, Selasa (14/4/2020).

Mereka memasarkan para perempuan ini melalui layanan grup di media sosial. Prakteknya terbilang cukup hati-hati. Sebelum menyepakati transaksi, mereka akan memastikan dulu siapa pemesan. 


“Cek siapa yang pesan, kalau curiga, tidak akan dilayani. Harus ada rekomendasi,” kata AKP Iwan.

Dari keterangan para pelaku, jaringan ini mempelajari sistem prostitusi online dari jaringan Keyko, yang dulu pernah diungkap oleh Polrestabes Surabaya.

“Dulu pernah kita ungkap atas nama Keyko, ternyata mereka punya jaringan. Dulu juga Keyko kita ungkap, jaringannya ya sebelumnya kita ungkap,” jelasnya.

Terbongkarnya jaringan prostitusi ini bermula dari penangkapan KS. Setelah dikembangkan, polisi lalu menangkap DK di Surabaya.

Setelah mengamankan dua pelaku, dari hasil pengembangan, unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil menangkap LS saat melakukan transaksi dengan mengirimkan dua perempuan di sebuah hotel berbintang di Surabaya.

Ketiganya terancam dijerat Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), dan atau Pasal 29 KUHP dan Pasal 506 KUHP, dengan hukuman penjara paling singkat 3 tahun, paling lama 15 tahun, dan denda paling sedikit Rp 120 juta atau paling banyak Rp 600 juta. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top