Presidensi Saudi G20 Desak Sumbangan Langsung Danai Perangi Corona

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud (Foto: Saudigazette)

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Kepresidenan Saudi dari Kelompok 20 negara ekonomi utama menyerukan sumbangan langsung lebih lanjut untuk mendanai tanggap darurat terhadap pandemi virus corona dan mengembangkan vaksin yang diperlukan.

Sekretariat G20 mengatakan $ 1,9 miliar telah disumbangkan oleh negara-negara, organisasi filantropi dan sektor swasta dengan target $ 8 miliar yang ditetapkan oleh Dewan Pemantauan Kesiapan Global, tetapi lebih banyak dana diperlukan.

"Tantangan global menuntut solusi global dan inilah saatnya kita untuk berdiri dan mendukung pengembangan vaksin dan tindakan terapeutik lainnya untuk memerangi Covid-19," kata Sherpa Fahad Almadarak G20 Saudi dalam pernyataannya, seperti IPHEDIA.com lansir Jumat WIB (24/4/2020).

Dana tambahan diperlukan untuk membayar tanggap darurat, diagnostik, perawatan, dan pengembangan, pembuatan, dan penyebaran vaksin yang diperlukan, kata pernyataan itu.

Dewan Pemantauan Kesiapan Global, yang diselenggarakan bersama oleh Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Maret mendesak para donor untuk mengumpulkan $ 8 miliar untuk menambah dana yang sudah dilakukan oleh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

Dikatakan penting untuk sepenuhnya mendanai WHO untuk mengoordinasikan dan memprioritaskan upaya dukungan kepada negara-negara yang paling rentan, mengembangkan diagnostik baru, terapi dan vaksin, memperkuat pengawasan dan memastikan pasokan peralatan perlindungan yang memadai bagi petugas kesehatan.

Amerika Serikat telah lama menjadi donor keseluruhan terbesar bagi WHO, menyumbang lebih dari $ 400 juta pada tahun 2019, sekitar 15% dari anggarannya. Tetapi Presiden A.S. Donald Trump bulan ini menangguhkan kontribusi A.S. kepada WHO. (*)

Sumber: Reuters

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top