Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoaks Imbauan Gubernur Lampung

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, A Chrisna Putra

BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menangkap satu pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks imbauan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, terkait menerima pemudik dan penutupan Pelabuhan Bakauheni.

"Pelaku sudah diamankan semalam (Minggu Malam, 5 April 2020), di daerah Waykanan," ujar Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, A Chrisna Putra, di Bandarlampung, Senin (6/4/2020).

Ia mengatakan, untuk sementara pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks imbauan Gubernur Lampung ini satu orang. Adapun motif dan latarbelakangnya sedang didalami pihak kepolisian.

Menurutnya, kewenangan untuk menutup pelabuhan dan bandara ada di tingkat Kementerian, bukan di tingkatan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia meminta jangan ada lagi kabar-kabar yang simpang siur bertebaran di Provinsi Lampung.

Untuk itu, Kadis Kominfotik Lampung mengajak semua pihak untuk sama-sama memerangi dan memutus rantai penyebaran kabar bohong di Provinsi Lampung. Ia juga mengapresiasi Polda Lampung yang sudah bergerak cepat menangkap penyebar hoaks.

Sebelumnya, Polda Lampung memburu pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks terkait penutupan akses masuk Pelabuhan Bakauheni.

"Kami sudah menerima laporan terkait berita bohong atau hoaks itu. Saat ini, kami sudah melakukan penyelidikan atas beredarnya kabar bohong tersebut," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, kepada wartawan, di Bandarlampung, Minggu (5/4/2020).

Dikatakannya, tayangan tentang penutupan akses masuk gerbang Bakauheni dengan mencatut gambar Gubenur Lampung, Arinal Djunaidi, adalah tidak benar. Penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pelaku telah dilakukan Tim Penyidik TP Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top