Pemprov Jatim Siapkan 9 Lokasi Makam Khusus Jenazah Covid-19

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, IPHEDIA.com - Sulitnya mencari makam korban Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggandeng Perhutani untuk menyediakan lahan makam khusus bagi jenazah pasien positif corona atau Covid-19. Hal ini sekaligus menjawab polemik pemakaman jenazah yang terjadi di tengah masyarakat.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyebut ada 9 lokasi makam khusus jenazah Covid-19. Tetapi, Khofifah merahasiakan lokasinya dari publik untuk faktor keamanan. "Ada 9 area yang disiapkan oleh Perhutani, tempat pemulasaraan jenazah ini tidak bisa disampaikan ke publik," kata Gubernur Jatim Khofifah, Rabu (8/4/2020).

Gubernur Khofifah menambahkan hanya ada beberapa unsur masyarakat saja yang diberi tahu tempat pemakaman khusus ini. Misalnya polisi, TNI hingga camat. "Sembilan (Tempat pemakaman) yang tahu ya danramil dan kapolsek tentunya camat juga," imbuhnya.

"Di dalam (whatsApp) grup rumah sakit, saya sudah mengkoordinasikan dengan dr Kohar, dr Joni, pihak rumah sakit pun yang harus mendapatkan layanan pemulasaraan harus melalui di grup itu. Kalau sudah tersiar di titik itu, jika ada hal yang tak diinginkan, itu tidak ingin terjadi," tambah Gubernur Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah menyebut setiap lokasi disediakan lahan seluas 1.000 meter. Nantinya, jika ada pasien meninggal akibat Corona, pihak rumah sakit langsung menuju ke lokasi yang disediakan tersebut.

Untuk proses pemakamannya nanti, Gubernur Jatim Khofifah mengungkapkan yang menangani jenazah tidak hanya dari pihak rumah sakit. Karena ada pelibatan 15 tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang membantu penyiapan hingga pemakamannya.

"Hari ini 15 tim dari PMI juga membantu pemulasaraan jenazah, PMI Jatim sudah mengkoordinasikan dengan PMI kota," pungkasnya. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top