Pejabat FBI Sebut Peretas Asing Targetkan Penelitian Covid-19

Foto: The Globe and Mail

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Seorang pejabat senior cybersecurity dengan Biro Investigasi Federal mengatakan bahwa peretas pemerintah asing telah membobol perusahaan yang melakukan penelitian perawatan untuk Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.

Deputi Asisten Direktur FBI, Tonya Ugoretz, pada Kamis (16/4/2020) waktu setempat, mengatakan kepada para peserta dalam diskusi panel online yang diselenggarakan oleh Institut Aspen bahwa biro tersebut baru-baru ini melihat peretas yang didukung negara mencari-cari serangkaian lembaga kesehatan dan lembaga penelitian.

"Kami tentu saja telah melihat kegiatan pengintaian, dan beberapa intrusi, ke dalam beberapa lembaga tersebut, terutama yang secara publik mengidentifikasi diri mereka sebagai yang bekerja pada penelitian terkait Covid," kata Tonya Ugoretz, seperti dilansir IPHEDIA.com, Jumat WIB (17/4/2020).

Ugoretz mengatakan masuk akal bagi lembaga yang bekerja pada perawatan yang menjanjikan atau vaksin potensial untuk menggembar-gemborkan pekerjaan mereka di depan umum.

Namun, kata dia, sisi buruknya adalah bahwa hal itu membuat mereka menjadi tanda bagi negara-bangsa lain yang tertarik untuk mengumpulkan detail tentang apa yang sebenarnya mereka lakukan dan bahkan mungkin mencuri informasi hak milik yang dimiliki lembaga-lembaga itu.

Ugoretz mengatakan bahwa peretas yang didukung negara sering menargetkan industri biofarmasi tetapi mengatakan itu pasti meningkat selama krisis ini. Dia tidak menyebutkan nama negara tertentu atau mengidentifikasi organisasi yang ditargetkan.

"Organisasi penelitian medis dan mereka yang bekerja untuk mereka harus waspada terhadap pelaku ancaman yang berusaha mencuri kekayaan intelektual atau data sensitif lainnya yang terkait dengan respons Amerika terhadap pandemi Covid-19," kata Bill Evanina, Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional.

"Sekarang adalah waktunya untuk melindungi penelitian kritis yang sedang Anda lakukan," tambahnya. (*)

Sumber: Reuters

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top