NASA Luncurkan Misi Berawak SpaceX AS ke Stasiun Ruang Angkasa

Ilustrasi (Foto: NASA)

FLORIDA, IPHEDIA.com - NASA menetapkan tanggal peluncuran 27 Mei untuk misi astronot pertamanya dari tanah Amerika Serikat (AS) dalam hampir sepuluh tahun.

Administrator NASA, Jim Bridenstine, men-tweeted di akun Twitter-nya bahwa perusahaan miliarder pengusaha ruang angkasa Elon Musk, SpaceX, akan mengirim dua astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan roket Falcon 9 dari Florida - menandai misi pertama perusahaan yang membawa manusia di atas kapal.

"BREAKING: Pada 27 Mei, @NASA akan sekali lagi meluncurkan astronot Amerika di roket Amerika dari tanah Amerika!" Bridenstine menulis di Twitter, seperti IPHEDIA.com lansir Sabtu WIB (18/4/2020).

Badan antariksa AS sebelumnya mengatakan misi, di mana astronot NASA, Bob Behnken (48), dan Doug Hurley (52) akan naik kapsul SpaceX's Crew Dragon ke stasiun luar angkasa, akan diluncurkan sekitar bulan Mei.

Seperti halnya sebagian besar misi profil tinggi, tanggal baru bisa meleset. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, misi akan menandai pertama kali NASA meluncurkan astronotnya dari tanah AS sejak 2011 pensiun dari pesawat ulang-alik.

Badan antariksa sejak itu mengandalkan program luar angkasa Rusia untuk mengangkut astronot ke stasiun ruang angkasa.

Satu dekade dalam pembuatan, misi bulan depan adalah ujian terakhir untuk Crew Dragon sebelum secara teratur menerbangkan manusia ke NASA di bawah Program Crew Komersialnya, sebuah inisiatif publik-swasta.

Boeing Co (BA.N) sedang mengembangkan taksi astronot Starliner yang bersaing sebagai perjalanan kedua badan ke ruang angkasa.

Agensi tersebut sedang mempertimbangkan apakah akan memperpanjang masa tinggal Behnken dan Hurley di stasiun ruang angkasa mulai dari seminggu seperti yang semula direncanakan hingga enam bulan untuk memastikan astronot A.S. tetap ada di stasiun secara terus menerus.

Jadwal untuk program kru telah mundur, dengan peluncuran kru pertama awalnya dijadwalkan awal 2017.

Keterlambatan pengembangan dengan Crew Dragon dan Boeing's Starliner telah memaksa NASA untuk membeli lebih banyak kursi awak dari agensi luar angkasa Rusia, biaya yang semakin mahal ketika Moskow menskalakan program Soyuz sendiri kembali ke hanya dua misi setahun. (*)

Sumber: Reuters

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top