Larangan Mudik, Ditlantas Polda Lampung Jalankan SOP dan Sekat 7 Titik

Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol Chiko Ardwiatto

BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Setelah Presiden Joko Widodo menetapkan pelarangan mudik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Ditlantas Polda Lampung menyatakan kesiapannya untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) larangan tersebut.

"Pelarangan sementara kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik dengan menggunakan jalan nasional atau jalan tol," ujar Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol Chiko Ardwiatto, di Bandarlampung, Minggu (26/4/2020).

Ia mengatakan, larangan sementara ini berlaku untuk kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor dengan tujuan pindah dan keluar dari wilayah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta beberapa provinsi di Pulau Sumatera.

Dalam pelarangan ini, kata dia, berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, kendaraan pribadi, dan sepeda motor akan berputar ke arah perjalanannya. Untuk itu, ia meminta kepada warga tidak memaksakan diri untuk mudik dan tetap patuh pada anjuran pemerintah.

Dia menyebut, tahap awal pelarangan berlaku 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020, pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengarahkan pelanggar kembali ke arah perjalanannya atau putar balik.

Selanjutnya tahap berikutnya 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020, selain pengaturan memutar balik, pelanggar juga akan diberikan hukuman sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku termasuk dikenai denda bagi yang melanggar.

Meski demikian, peraturan larangan kendaraan itu dikecualikan untuk pengangkutan logistik, obat-obatan, petugas, pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

Terkait pelarangan ini, Polda Lampung melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang akan masuk maupun melintas melalui Provinsi Lampung, dengan menetapkan tujuh pos penyambungan atau penyekatan antarprovinsi. 


Ketujuh titik penyekatan di Provinsi Lampung itu, yakni:

1. Pos Bakauheni penyekatan dari atau ke Pulau Jawa, di Kabupaten Lampung Selatan.
2. Pos Pelabuhan Panjang, dari dan ke Jakarta atau Semarang di Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung.
3. Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari atau ke Jakarta, di Kabupaten Lampung Selatan.
4. Pos Krui dari atau ke Provinsi Bengkulu, di Kabupaten Pesisir Barat.
5. Pos Sukau dari atau ke OKU Selatan Sumatera Selatan, di Kabupaten Lampung Barat.
6. Pos Way Tuba dari atau ke OKU Timur Sumatera Selatan, di Kabupaten Waykanan.
7. Pos Simpang Pematang dari atau ke Sumatera Selatan, di Kabupaten Mesuji.

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top