Berulah, 27 Residivis yang Baru Hirup Udara Bebas Ditangkap Kembali

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, IPHEDIA.com - Sebanyak 27 narapidana (Napi) yang belum lama ini dibebaskan dalam program asimilasi dan integrasi oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait pencegahan wabah virus corona baru (Covid-19) yang kemudian berulah lagi telah kembali ditangkap polisi.

"Sudah ditangkap," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Ia mengatakan, para narapidana yang kembali berulah itu sebagian kecil dari 38.822 orang napi yang dibebaskan, yang terdiri dari 36.641 napi dibebaskan melalui mekanisme asimilasi dan sisanya sebanyak 2.181 napi melalui integrasi.

Persentasenya, kata dia, napi yang kemudian kembali melakukan kejahatan 0,07 persen, dengan kejahatan meliputi curat (pencurian dengan pemberatan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), curas (pencurian dengan kekerasan) dan satu (orang melakukan) pelecehan seksual.

Sebelumnya, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lapas, rutan, dan LPKA, sebanyak 38.822 narapidana dan anak telah dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, dan lembaga pembinaan khusus anak untuk mengikuti program asimilasi dan integrasi tersebut.

Beberapa hari kemudian, sebagian kecil dari mereka kembali melakukan kejahatan. di antaranya tercatat dua residivis M Bachri dan Yayan setelah dibebaskan dari Lapas Lamongan, melakukan penjambretan di Jalan Darmo Surabaya pada Kamis (9/4/2020). Keduanya mengaku nekad menjambret demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Lalu di Semarang, Jawa Tengah, dengan mengedarkan narkoba. Di Kalbar baru keluar (lapas) satu pekan sudah mencuri motor. Di Kaltim, residivis mencuri mobil. Kemudian di Bali, bebas dari lapas malah mengedarkan ganja. Ini sedang diproses (hukum) lagi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Kemudian dua residivis yang baru bebas karena program asimilasi, yakni Bayu dan Ikhlas ditangkap BNNP Bali lantaran menjadi kurir ganja. Mereka ditangkap saat akan mengambil kiriman paket ganja di kantor jasa ekspedisi. 


Kasus lainnya, ada seorang napi yang baru bebas dua hari dari tahanan, inisial J mengamuk dan merusak rumah makan di Cipayung, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020) karena mabuk. (*)

Sumber: Antara

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top