Kasus Covid-19 di Asia Selatan Mendekati 6.000

Para tunawisma duduk di dalam koridor tempat penampungan yang terkunci selama 21 hari penutupan secara nasional untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di Howrah, di pinggiran Kolkata, India, 3 April 2020. (Foto: REUTERS / Rupak De Chowdhuri)

MUMBAI, IPHEDIA.com - Jumlah kasus virus corona baru yang dikonfirmasi di Asia Selatan mendekati 6.000 pada Sabtu (4/4/2020), bahkan ketika pihak berwenang di beberapa kota memperketat pembatasan pergerakan dan memperingatkan bahwa lockdown dapat diperpanjang dalam upaya untuk mengendalikan pandemi.

"Jika orang tidak mematuhi aturan dengan serius dan kasus terus meningkat, maka mungkin tidak ada pilihan selain memperpanjang lockdown," kata Rajesh Tope, menteri kesehatan negara bagian Maharashtra yang mencakup pusat keuangan Mumbai, kepada Reuters. "Ini bisa diperpanjang di Mumbai dan daerah perkotaan Maharashtra dalam dua minggu."

Sementara, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan, minggu ini negara itu akan menarik diri dari lockdown tiga minggu yang direncanakan secara bertahap. India telah terserang paling parah oleh penyakit ini di Asia Selatan dengan sekitar 2.902 kasus, 68 di antaranya telah meninggal.

Maharashtra memiliki 516 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi - penyakit yang disebabkan oleh coronavirus - dan 26 orang telah meninggal. Sementara pemerintah berencana untuk meninjau kembali lockdown, yang akan berakhir pada 14 April.

Tiga pejabat senior mengatakan bahwa ini akan tergantung pada penilaian situasi di setiap negara bagian, lockdown dan pembatasan akan diperpanjang di distrik-distrik di mana penyebaran kasus virus corona telah terjadi.

Angkutan umum di kota besar di India, seperti Mumbai, Bengaluru, dan Delhi, hanya dapat dipulihkan secara bertahap beberapa hari setelah penutupan lockdown, kata para pejabat, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena rencana masih dalam pembahasan. (*)

Sumber: Reuters

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top