Jelang Puasa dan Lebaran, Diperkirakan Ada 37 Ribu TKI Pulang ke Tanah Air

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani (tengah), dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2020). (Foto: ANTARA/Prisca Triferna)

JAKARTA, IPHEDIA.com - Menjelang dimulainya ibadah puasa dan Lebaran 2020, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengantisipasi kepulangan sekitar 37.075 pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Air.

"Terkait kepulangan pekerja Indonesia menjelang puasa dan Lebaran 2020 yang kami prediksi dan antisipasi sebanyak kurang lebih 37.075 orang dari April sampai Mei 2020," kata Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, dalam pernyataan via konferensi video di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Tidak hanya itu, akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan menimbulkan dampak ekonomi, BP2MI juga memperkirakan total sekitar 260.000 TKI akan pulang ke Indonesia sampai akhir 2020.

Jumlah pekerja yang pulang tersebut berasal dari data TKI resmi yang tercatat dalam sistem BP2MI. Yang tidak dapat diantisipasi adalah kedatangan pekerja migran yang tidak resmi atau tidak terdokumentasi.

Sementara itu, sampai sejauh ini BP2MI mencatat terdapat 121.498 TKI yang pulang ke Indonesia akibat penutupan wilayah dan dampak ekonomi yang disebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu di negara tempat para TKI itu bekerja sebelumnya.

Kepulangan itu berasal dari 13 negara penempatan yang memiliki jumlah besar TKI dengan gelombang kepulangan terbesar berasal dari Malaysia sebanyak 15.429 orang. Kemudian disusul Hong Kong dengan 11.303 orang, sebanyak 3.507 TKI pulang dari Singapura dan dari Taiwan 3.026 orang.

"Para pekerja migran Indonesia yang tiba di Tanah Air melalui jalur udara, laut maupun darat di perbatasan Indonesia dan Malaysia dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19," ujar Benny Ramdhani. (*)

Sumber: Antara

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top