Ditpolairud Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp4,5 Miliar Lebih



JAMBI, IPHEDIA.com - Tim Subditgakkum Ditpolairud Polda Jambi mengamankan lima boks styrofoam berisi 30.000 lebih benih lobster (BL) senilai Rp4,5 miliar lebih yang akan diselundupkan ke luar negeri.

"Karena situasi malam, para pelaku berhasil melarikan diri, sehingga anggota tim hanya bisa mengamankan lima boks yang diduga benih lobster," ujar Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Arif Budi Winova, di Jambi, Rabu (8/4/2020).

Ia menjelaskan, sebanyak lima boks styrofoam berisi puluhan ribu benih lobster itu diamankan Tim Subditgakkum Ditpolairud Polda Jambi di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa malam (7/3/2020) sekitar pukul 22.15 WIB.

Ketika itu, saat dilakukan penelusuran pada daerah-daerah yang biasa sebagai lokasi transit di sekitar Jalan Lingkar Selatan, petugas melihat ada beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya sedang melakukan bongkar muat boks dari sebuah mobil minibus.

Saat tim mendekati kegiatan bongkar muat tersebut, mereka langsung melarikan diri. Kemudian, anggota tim mengamankan dan membawa lima boks yang diduga benih lobster itu ke Kantor Ditpolairud Polda Jambi dan berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi untuk proses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan dari lima boks styrofoam berisi benih lobster yang dikemas dalam 153 kantong plastik beroksigen itu total jumlahnya ada 30.431 ekor, dengan rincian 30.200 ekor BL jenis pasir dan 231 ekor BL jenis mutiara yang semuanya dalam keadaan hidup. Sementara, penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku terus dilanjutkan.

"Polisi berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai lebih kurang Rp4.576.200.000," ujar Kombes Pol Arif Budi Winova. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top