-->

Atasi Masalah Sosial Dampak Corona, Babel Alokasikan Dana Rp32,8 Miliar

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan

PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk mengatasi permasalahan sosial dampak dari virus corona baru (Covid-19), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 sebesar Rp32,8 miliar.

"Kita anggarkan dari APBD sebesar Rp32,8 miliar untuk mengatasi permasalahan sosial dampak dari Covid-19," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, di Pangkalpinang, Senin (13/4/2020). 

Ia mengatakan, rasionalisasi belanja perangkat daerah di Bangka Belitung tahun ini meliputi kegiatan peningkatan sarana dan prasarana aparatur dilakukan rasionalisasi sebesar 70 persen serta belanja barang dan jasa yang tidak menyentuh masyarakat dihentikan.

Tak hanya itu, belanja modal yang sudah dilaksanakan dan belanja modal lainnya yang sudah ditandatangani dilakukan negosiasi ulang, menghentikan seluruh belanja yang belum dilelang.

Kemudian, kegiatan bersifat pembinaan, sosialisasi, rapat, dan event yang melibatkan orang banyak dihentikan, selanjutnya rapat koordinasi, sosialisasi, dan kegiatan lainnya dilakukan secara virtual meeting, serta belanja perjalanan dinas dalam kegiatan dihilangkan.

Dikatakannya, kebijakan refocusing anggaran ini juga difokuskan kepada dinas sosial yang akan dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk membantu ekonomi masyarakat miskin.

Realokasi anggaran ini dalam bentuk menunda alokasi DABA fisik dan mengurangi belanja hibah yang belum dilakukan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Selain itu, jelas dia, menunda alokasi kepada pemdes dan menggantikannya dalam bentuk jaring pengaman sosial, dan melakukan rasionalisasi belanja langsung perangkat daerah (PD), sehingga penanggulangan Covid-19 lebih optimal. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top