WHO: Covid-19 Dikategorikan Sebagai Pandemi

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: LINE Today)

JENEWA, IPHEDIA.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus corona baru sebagai pandemi, yang berarti wabah itu menyebar luas ke seluruh dunia.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menambahkan bahwa Italia dan Iran kini berada di garis depan penyakit tersebut, dan sejumlah negara lainnya akan menyusul.

"Kami sangat khawatir baik dengan tingkat penyebaran dan keparahan maupun tingkat kelambanan untuk menangani virus corona. Dengan demikian kami menilai bahwa Covid-19 dapat diketegorikan sebagai pandemik," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat konferensi pers, Rabu (11/3/2020) waktu setempat, seperti melansir Reuters, Kamis (12/3/2020).

Untuk itu, ia mendesak masyarakat dunia agar menggandakan upaya untuk membendung wabah tersebut. Langkah agresif masih mampu berperan besar dalam membatasi pandemi.

Sementara, Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan, menyebutkan situasi di Iran "sangat serius" dan badan tersebut ingin melihat pengawasan yang lebih serta pengobatan ekstra bagi mereka yang terdampak.

Virus corona, yang pertama kali muncul di China pada Desember, meluas ke seluruh dunia hingga menghentikan kegiatan industri, menunda penerbangan di berbagai negara, menutup sekolah serta memaksa penundaan pertandingan olahraga serta sejumlah konser musik.

WHO menyatakan darurat kesehatan masyarakat, yang menjadi kekhawatiran internasional, sebagai "tingkat peringatan tertinggi" pada 30 Januari ketika terdapat kurang dari 100 kasus Covid-19 di luar China dan delapan kasus penularan antarmanusia.

Kini virus tersebut telah menginfeksi 118.000 orang di 114 negara dan telah menelan 4.291 korban jiwa, dengan perkiraan jumlah tersebut akan terus meningkat. WHO tak lagi memiliki kategori untuk menyatakan pandemi, kecuali influenza. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top