Polda Terapkan Physical Distancing 115 Ruas Jalan se-Jawa Timur

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

SURABAYA, IPHEDIA.com - Untuk mencegah Covid-19 tidak semakin meluas, jajaran Polda Jawa Timur berencana menerapkan kawasan physical distancing dengan menutup total sebanyak 115 ruas jalan yang ada di Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Ada sebanyak 36 Polres yang akan menerapkan kawasan physical distancing di 115 ruas jalan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengatakan, pihaknya telah menetapkan Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya agar tidak ditutup di hari tertentu saja.

Kedua ruas jalan ini akan ditutup total selama dua pekan dengan jam yang ditetapkan yakni pukul 10.00-15.00 WIB dan 18.00-23.00 pada hari biasa. Sedangkan akhir pekan dan hari libur ditutul pukul 10.00-15.00 WIB dan 18.00-06.00 WIB. "Akan diberlakukan selama dua minggu. Sama seperti kemarin jamnya," kata Kombes Pol Budi.

Pemberlakuan buka tutup dua ruas jalan tersebut sebelumnya hanya tiga hari saja. Yakni mulai Jumat-Minggu. Penutupan ini dinilai cukup efektif untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat yang berdampak pada penularan virus corona atau Covid-19.

"Sementara Darmo sama Tunjungan dulu. Evaluasinya bagus, karena tidak dilakukan terus menerus jadi kurang efektif. Kemarin cuma Jumat, Sabtu, Minggu karena keterbatasan personel. Sama Kapolda sekarang ditambah personelnya," ujar Kombes Pol Budi.

Sedangkan, untuk ruas jalan lainnya di Surabaya, lanjut Budi, masih dibuka seperti biasanya. Sementara ini pemberlakuan penutupan setiap hari selama dua pekan hanya di dua ruas jalan tersebut.

"Itu saja dulu (dua ruas jalan). Mungkin ada kawasan physical distancing baik kendaraan ataupun orang. Kawasan ini kan mengajak masyarakat untuk lebih banyak aktivitas di rumah," ucapnya. (Sugeng P)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top