Penularan Menurun, Seluruh Rumah Sakit Sementara Khusus Corona di Wuhan Ditutup

Foto: Reuters/China Daily

WUHAN, IPHEDIA.com – Pemerintah China menutup seluruh rumah sakit temporer di Wuhan menyusul angka penularan virus corona (Covid-19) yang kian menurun.

Beberapa waktu lalu, China membangun sejumlah RS khusus corona dalam waktu beberapa hari untuk menampung pasien yang melonjak. Sejumlah lokasi seperti gymnasium hingga stadion disulap menjadi RS darurat.

Semua pasien RS temporer di Stadion Wuchang, Wuhan, telah meninggalkan rumah sakit. Gelombang terakhir, yakni 49 pasien, sembuh dan diizinkan pulang dari RS Wuchang pada Selasa (10/3/2020) pukul 03.30 dini hari waktu setempat, seperti melansir Xinhua, Rabu (11/3/2020).

Ada juga dua rumah sakit sementara terakhir di Wuhan yang telah ditutup pada Selasa lalu. Ini menandai penutupan semua 16 rumah sakit sementara di pusat penyebaran virus corona itu.

Senin lalu, Wuhan hanya melaporkan 17 kasus Covid-19, menurun drastis dibanding sebulan lalu, yang bisa mencapai 1.921 hanya dalam sehari. Dengan penutupan dua rumah sakit terakhir pada Selasa, saat beroperasi rumah sakit sementara di Wuhan telah menerima total lebih dari 12.000 pasien.

“Pembangunan rumah sakit sementara adalah langkah inovatif dan efektif yang telah mencapai tujuan awalnya untuk merawat lebih banyak pasien dan mengandung sumber infeksi,” kata Hu Yu, kepala Rumah Sakit Union Wuhan, yang mengelola salah satu rumah sakit sementara.

Rumah sakit temporer di Wuhan mulai menerima pasien pada 5 Februari. Lebih dari 35 hari mereka bekerja, 860 pekerja medis tambahan dikerahkan.

“Pada minggu pertama kami di sini, kami berada di bawah tekanan besar karena ini adalah sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” kata Xu Junmei, wakil kepala rumah sakit sementara Wuchang.

“Ketika gelombang pertama pasien dipulangkan enam hari kemudian, baik pasien dan petugas kesehatan, membuat kepercayaan diri kami meningkat,” kata Xu.

Per Rabu, angka penderita corona di China 109.044 orang. Sebanyak 4.284 orang meninggal, namun 65.721 orang berhasil sembuh.

Saat angka penderita di China menurun, corona justru menyebar luas ke lebih dari 100 negara. Terparah kedua setelah China adalah Italia dengan angka 10.149 pasien, 4.284 meninggal, dan yang berhasil sembuh 65.761 orang.

Di Iran, jumlah pasien juga melonjak menjadi 8.042 orang. Angka kematian 291 pasien dan 2.731 pasien berhasil sembuh. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top