Pantau Realisasi Investasi, BKPM Luncurkan Pusat Kopi

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam video conference di Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, IPHEDIA.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan command center atau Pusat Komando dan Pengawalan Investasi atau disingkat Pusat Kopi, di kantor BKPM, Jakarta, Senin (23/3/2020).

"Dengan adanya Pusat Kopi ini, saya bisa langsung memantau permohonan perizinan melalui Online Single Submission (OSS) secara harian," kata Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam video conference.

Informasi yang dapat ditampilkan dalam Pusat Kopi BKPM, antara lain sentimen media sosial dan media digital, statistik harian permohonan perizinan melalui OSS, Potensi Investasi Regional (PIR), tracking status perizinan suatu perusahaan (end-to-end), pemantauan perizinan melalui OSS yang sedang diproses kementerian/lembaga lainnya, serta realisasi investasi.

Melalui Pusat Kopi, BKPM juga terus memantau permohonan perizinan antara lain registrasi perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha (IU), dan Izin Operasional Komersil (IOK) yang ada di sistem OSS.

Bahlil menambahkan pascapengumuman virus korona (covid-19) 2 Maret 2020 lalu, jumlah permohonan yang masuk ke OSS justru mengalami peningkatan hingga 17,6 persen. Hal ini menandakan bahwa isu covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap permohonan perizinan di OSS.

Sesuai dengan data pada OSS periode 14 Februari hingga 1 Maret 2020 atau sebelum covid-19, jumlah pemohon perizinan yang masuk sebanyak 204.199 perizinan. Setelah pengumuman resmi pemerintah, jumlah pemohon perizinan meningkat hingga 240.178 pada periode 2 Maret sampai 18 Maret 2020.

Kenaikan aktivitas tertinggi terlihat pada jumlah pemohon NIB sebesar 18,99 persen yang sebelumnya sebanyak 39.618 NIB menjadi 47.144 NIB.

"Sampai dengan saat ini, permohonan perizinan melalui OSS terus berjalan, bahkan cenderung meningkat, khususnya dari sektor perdagangan dan kesehatan. Permohonan online terus berjalan termasuk Sabtu-Minggu, walaupun jumlahnya enggak sebanyak hari-hari kerja," ungkap Bahlil.

Fungsi lain dari Pusat Kopi yaitu menampilkan data potensi investasi per wilayah yang ada dalam website BKPM. Potensi ini dapat disandingkan dengan data realisasi investasi di Indonesia secara berkala.

Data nilai realisasi investasi ini dapat dipantau baik secara nasional maupun provinsi/kabupaten/kota. Tak hanya itu, data tersebut juga dapat diolah sampai dengan data investasi per sektor, asal negara, serta lokasi usaha.

"Kami dapat terus memonitor penyebaran investasi di seluruh negeri. Mungkin ada daerah yang potensinya besar tapi secara nilai realisasi investasi belum tinggi. Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi sehingga kami dapat menentukan langkah kebijakan yang diperlukan untuk menghasilkan investasi berkualitas," jelas dia.

Selain menyajikan data monitoring melalui layar besar, Pusat Kopi BKPM memiliki beberapa fasilitas lainnya seperti ruang presentasi, ruang rapat milenial, dan ruang Network Operations Center (NOC).

Pusat Kopi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan video conference dengan perwakilan BKPM di luar negeri serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan koordinasi tanpa melakukan tatap muka. (*)

Sumber: Medcom

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top