Kasus Corona di AS Melebihi 100.000, Dokter Kecam Kelangkaan Obat dan Peralatan



NEW YORK, IPHEDIA.com - Dokter dan perawat di garis depan penanganan virus corona di Amerika Serikat (AS) meminta lebih banyak alat pelindung dan peralatan untuk mengobati gelombang pasien yang diperkirakan membanjiri rumah sakit, karena jumlah infeksi AS yang diketahui naik lebih dari 100.000, dengan lebih dari 1.600 orang meninggal.

Dokter telah meminta perhatian khusus pada kebutuhan yang sangat besar akan ventilator tambahan, mesin yang membantu pasien bernafas dan sangat dibutuhkan bagi mereka yang menderita Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan virus corona yang menular.

Rumah sakit di New York City, New Orleans, Detroit dan tempat-tempat virus lainnya juga telah membunyikan alarm tentang kelangkaan obat-obatan, persediaan medis dan staf terlatih sementara jumlah kasus AS yang dikonfirmasi meningkat sekitar 18.000 pada hari Jumat, lompatan tertinggi dalam satu hari, hingga lebih dari 103.000.

Penghitungan itu membuat Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia dalam jumlah infeksi yang diketahui, setelah melampaui China dan Italia pada hari Kamis (27/3/2020).

"Kami berusaha berjuang untuk kehidupan orang lain, tetapi kami juga berjuang untuk hidup kami, karena kami juga berisiko paling tinggi untuk terpapar," kata Dr Arabia Mollette dari Rumah Sakit dan Pusat Medis Universitas Brookdale di Brooklyn, seperti dilansir Sabtu (28/3/2020).

Amerika Serikat berada di peringkat keenam dalam jumlah korban jiwa di antara negara-negara yang paling terpukul, dengan sedikitnya 1.632 orang meninggal pada Jumat malam (28/3/2020) waktu setempat, rekor harian bertambah 370 menurut tabulasi data resmi Reuters.

Di seluruh dunia, kasus yang dikonfirmasi naik di atas 593.000 dengan 27.198 kematian, Johns Hopkins Coronavirus Resource Center melaporkan. Bahkan, ketika jumlah pasien rumah sakit terus meningkat, kekurangan pasokan medis utama berlimpah.

Salah satu dokter ruang gawat darurat di Michigan, pusat gempa pandemi yang muncul, mengatakan ia menggunakan satu masker wajah kertas untuk seluruh shift karena kekurangan dan bahwa rumah sakit di daerah Detroit akan segera kehabisan ventilator.

"Kami memiliki sistem rumah sakit di sini, di daerah Detroit di Michigan, yang sampai pada akhir pasokan ventilator mereka dan harus mulai memberi tahu keluarga bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan orang yang mereka cintai karena tidak memiliki peralatan yang cukup," ujar Dr Rob Davidson, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Twitter. (*)

Sumber: Reuters

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top