Ignaz Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan yang Jadi Google Doodle

Ignaz Semmelweis/Foto: Screenshot Google

IPHEDIA.com - Ignaz Semmelweis, pelopor cuci tangan menjadi salah satu trending di Google. Gambar dalam bentuk kartun dirinya tampil menjadi Google Doodle, Jumat (20/3/2020).

Kartun Ignaz Semmelweis terlihat tengah memegang jam dan ada gerakan cuci tangan, mulai dari menggosok telapak tangan hingga ke sela-sela jari.

Biografi Ignaz Semmelweis:

1. Lahir di Hungaria
Ignaz Semmelweis lahir pada 1 Juli 1818 di kota Budapest, Hungaria. Namun, ia lebih dikenal sebagai dokter asal Jerman karena banyak menempuh pendidikan di negara tersebut.

2. Lulusan Spesialis Kebidanan
Sebelum dikenal sebagai pelopor pencuci tangan, Ignaz Semmelweis menempuh pendidikan di bidang spesialis kebidanan di Jerman. Ia mendapatkan gelarnya di Universitas Vienna.

3. Bekerja di Rumah Sakit
Pada tahun 1846 Ignaz Semmelweis memutuskan untuk bekerja di Rumah Sakit Umum Vienna. Kala itu, ia dipercaya menjadi asisten profesor Johann Klein dan bersama-sama memimpin klinik bidan.

4. Pelopor gerakan Cuci Tangan
Pada saat memimpin klinik bidan tersebut, Ignaz Semmelweis dihadapkan dengan infeksi misterius yang menyebabkan angka kematian ibu yang baru melahirkan meningkat.

Dengan segala upaya, Ignaz Semmelweis pun mencari tahu penyebab kematian tersebut. Hingga akhirnya ia menemukan bahwa tangan para dokter membawa infeksi kepada ibu yang rentan.

Pada tahun 1847, ia pun menginisiasi para dokter untuk hand washing atau mencuci tangan sebelum melakukan operasi. Dengan begitu, infeksi yang ditularkan dari tangan bisa berkurang.

5. Jadi Google Doodle
Ignaz Semmelweis ditampilkan dalam Google Doodle hari ini, Jumat (20/3/2020). Ia dianggap berjasa karena telah mempelopori gerakan cuci tangan. Bahkan, jasa Ignaz Semmelweis juga dibuat film berjudul 'Semmelweis'. ignaz semmelweis. (*)

Sumber: Detikcom

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top