Ekuitas dan Dolar AS Jatuh, Harga Emas Naik Tipis



NEW YORK, IPHEDIA.com - Pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (7/3/2020), dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya dan membukukan kerugian mingguan terbesar dalam empat tahun terakhir. Untuk minggu ini, indeks dolar jatuh 2,2 persen, penurunan mingguan terbesar sejak awal Mei 2016.

Penurunan tajam dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS merusak daya tarik greenback. Indeks dolar mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama melemah 0,7 persen menjadi 95,995 setelah tergelincir ke level terendah 13 bulan di 95,701.

"Kemerosotan bersejarah dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS membantu merusak dolar yang telah mencapai tingkat tertinggi tiga tahun beberapa minggu lalu," kata Analis Senior Pasar Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, di Washington, seperti melansir Reuters, Sabtu (7/3/2020).

"Ketidakpastian ekonomi menyebar secepat virus corona yang menumpuk tekanan pada Federal Reserve untuk menindaklanjuti pemotongan suku bunga besar minggu ini dengan yang lain ketika bertemu akhir bulan ini," katanya.

Sementara itu, pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) harga emas berjangka di Bursa Comex naik tipis, karena logam kuning didorong oleh penurunan ekuitas AS dan melemahnya dolar AS di tengah kekhawatiran akan dampak virus corona terhadap ekonomi dunia.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April menambahkan 4,4 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi menetap di 1.672,4 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka melonjak 25 dolar AS atau 1,52 persen menjadi 1,668 dolar AS per ounce sehari sebelumnya.

Harga emas melonjak 1,2 persen ke level tertinggi sejak Januari 2013 di 1,689.65 dolar AS di awal sesi, tetapi kemudian menyerahkan sebagian besar keuntungannya, sehingga berakhir naik tipis.

"Kami melihat banyak volatilitas di pasar ekuitas, kerugian dan ketidakpastian yang cukup besar membawa S&P di bawah 3.000. Kami memperkirakan kemungkinan besar likuidasi emas digunakan untuk menutupi margin calls (peringatan bagi nasabah untuk segera menambah margin guna melanjutkan transaksi)," kata Kepala Komoditas Strategi TD Securities, Bart Melek.

"Ini sangat mengingatkan pada apa yang terjadi dalam koreksi selama krisis keuangan." tambahnya.

Logam mulia ini juga didukung oleh greenback yang lebih lemah. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,81 persen menjadi 96,04 pada pukul 19.10 GMT.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13 sen atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 17,263 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 30,7 dolar AS atau 3,55 persen, menjadi 896,4 dolar AS per ounce. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top